in

BERBAHAGIALAH KARENA KITA MASIH PUNYA ALLAH TA’ALA (Upaya Menjaga Imunitas Tubuh. Seri.1)

Oleh: Nindyo Kusmanto,S.Ag 
(Ketua Tim Satgas COVID-19 RKB Wilayah Provinsi Bengkulu, Pengurus & Relawan Kemanusiaan BSMI Bengkulu)

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh. Alhamdulillah Allahumma Sholli a’la Muhammad. Ayah Bunda, Adik Sanak yang semoga senantiasa dalam Hidayah, Perlindungan, Kesehatan dan Keberkahan Allah Ta’Ala. Semua penyakit pasti ada obatnya. Karena Allah tidak akan menurunkan suatu penyakit jika tidak ada penawarnya.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ
Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman. (QS. Al Isra:82).

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (QS. As Syura:80)

Namun dalam hal ini manusia diwajibkan untuk menyempurnakan ikhtiar agar obat tersebut bisa didapat atau ditemukan.

Siapa pun diantara kita tidak akan mengetahui takdir apa yg telah Allah tetapkan atas kita.

وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ
Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok.

Namun setiap kejadian/peristiwa yang kita rasakan dan kita alami, jika itu dijalankan degan ikhlas dan lapang dada didasarkan atas kefahaman , maka semua itu akan baik baginya. Sebagaimana Hadist Rasulullah Saw bersabda :

Dari Shuhaib, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam bersabda: “Perkara orang mukmin itu mengagumkan. Sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin; bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya, dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.” (HR. Bukhari Muslim).

Isnan Ansory dalam bukunya Fiqih Menghadapi Wabah Penyakit mengatakan, Allah SWT juga menjanjikan keutamaan yang besar atas mereka yang senantiasa bersabar dalam menghadapi segala ujian (bala) dari Allah SWT. Keutamaan itu, sebagai berikut :

Mengangkat derajat dan menghapus dosa
Hal ini sesuai hadits Rasulullah SAW, Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Ujian senantiasa menimpa orang beriman pada diri, anak, dan hartanya hingga ia bertemu Allah dengan tidak membawa satu dosa pun atasnya.” (HR. Tirmizi).

Tanda kebaikan dari Allah
“Sesungguhnya besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian, dan apabila Allah cinta kepada suatu kaum Dia akan menguji mereka, barangsiapa yang ridha maka baginya keridlaan Allah, namun barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan Allah.” (HR. Tirmizi).

Mati syahid
“Mati karena menderita tho’un adalah syahid bagi setiap Muslim.” (HR. Bukhari Muslim)

“Meninggal karena sakit perut adalah syahid, dan (meninggal) karena tho’un juga syahid.” (HR. Bukhari)

“Tidaklah seseorang yang berada di wilayah yang terjangkit tho’un, kemudian ia tetap tinggal di negerinya dan selalu bersabar, ia mengetahui penyakit tersebut tidak akan mengjangkitinya kecuali apa yang Allah tetapkan kepadanya, maka baginya seperti pahalanya orang yang mati syahid.” (HR. Bukhari).

Pahala tidak terbatas
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).

Hikmah di balik sakit dan musibah diterangkan Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari 5660 dan Muslim: 2571).

“Tidaklah seseorang Muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya.” (HR Bukhari: 5641).

Ayah Bunda, Adik Sanak sekalian, siapapun kita pada saat ini, apa pun latar belakang dan profesi kita, dimasa Pandemi COVID-19 kesehatan adalah suatu kenikmatan yang sangat mahal dan berharga. Dan kenikmatan sehat ini akan terasa sangat mahal dan berharga jika sudah mengalami sakit.

Harta, jabatan, pangkat, popularitas, mitra kerja, saudara, semua tidak akan bisa membantu kalau sdh menggunakan alat bantu pernafasan yaitu Ventilator. Dan dlm keadaan seperti ini ventilator sdh dianggap satu-satunya solusi jika hal tersebut terjadi.

Masa Pandemi ini semua orang dipaksa untuk hanya berpikir secara rasional. Seolah-olah hanya dgn menerapkan Protokol Kesehatan, menjaga Imunitas tubuh, serta di vaksin maka persoalan akan selesai.

Namun mereka sebagai orang yang mengaku beriman kepada Allah Ta’Ala lupa. Bahwa sesungguhnya yang menciptakan langit dan bumi ini dan diri Kita pun adalah Allah Ta’Ala.

Tidak ada satu kejadian diatas dunia ini termasuk pada setiap diri kita yg luput dan tanpa atas persetujuan-NYA. Sekecil apapun itu, walau hanya bergugurnya satu helai daun Allah Maha Mengetahuinya.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Begitupun degan setiap kejadian yang kita alami. Tentu semua itu atas keridhoan-NYA. Selalu ada hikmah dibalik itu semua. Persoalannya tidak semua kita bisa membaca isyarat tersebut. Kecuali orang-orang yang telah diberi Taufik oleh-NYA.

Merintih, berkeluh kesah, kegelisahan, menyalahkan keadaan, bahkan sampai ketingkat defresi serta frustasi tidak akan menyelesaikan dan merubah keadaan. Justru akan menambah buruh kondisi yang ada

Berusahalah untuk bersabar, berlapang dada, ikhlas menerima keadaan. Karena Allah tahu dan tidak pernah salah siapa diantara hambanya yang siap untuk diuji dengan cara-NYA. Dan ujian atau cobaan tersebut tidak akan melewati batas-batas kemampuan hambanya.

Jika ini dilakukan degan penuh kesadaran dan keikhlasan maka akan muncul ketenangan tersebut. Ketenangan akan melahirkan hormon Endorfin yang berdampak kepada Imunitas tubuh. Jika imunitas tubuh kita baik dan terjaga maka penyakit apapun in sha Allah bisa dihindari.

Bagi orang yang sedang mengalami sakit atau berbagai persoalan dalam hidup, sesungguhnya sikap tenang dan sabar sdh memberikan 50% menyumbang proses kesembuhan dan solusi dalam mengatasi masalah tsb.

Mari Kita pasrahkan semua situasi dan keadaan Kita kepada Allah Ta’Ala, dgn selalu berupaya menyempurnakan ikhtiar tsb. Bergantung dan berharap hanya kpd Allah Ta’Ala. Krn jika Allah berkehendak semua bisa terjadi.

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia” (QS Yasin 82).

Mari kita memantaskan diri untuk senantiasa selalu layak mendapatkan Perlindungan dan Pertolongan Allah Ta’Ala.

Ya Allah Engkaulah Pemilik langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya.

Ampunilah semua Dosa-dosa kami, baik disengaja maupun tidak. Yang dzohir maupun bathin.

Berilah kesabaran dan keikhlasan kepada kami dan saudara-saudara kami dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian ini.

Sembuhkan dan angkatlah semua penyakit yang ada pada tubuh kami dan saudara-saudara kami yang sedang sakit saat ini. Tidak ada kesembuhan yang sempurna selain Engkau yang memberikan kesembuhan.

Ya Allah Perkenankanlah semua harapan dan Doa-doa Kami. Aamiinn ya Mujibassaailiin.

Barakallahu fiikum.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

TAATI PROTOKOL KESEHATAN & JAGA IMUNITAS TUBUH

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Kunjungi SAE BAPASLu, Kadivpas: Bukan Hanya Program Lapas dan Rutan

ROEMAH KREATIF BENGKOELOE (RKB): KECEMASAN VS KETENANGAN (Upaya Menjaga Imunitas Tubuh Seri.2)