in

IDEAS: Puluhan Juta Hektar Lahan Dikuasai ‘Kapital Raksasa’ (Bagian 2 Habis)

Linkkan.com – Pada diskusi pemaparan hasil #IDEASTalk tersebut. Peneliti IDEAS Firda Amalia memberikan setidaknya dua contoh konflik agraria antara rakyat dan korporasi besar  yang saat ini kasusnya ditangani oleh Pusat Bantuan Hukum (PBH) Dompet Dhuafa. Yaitu Kasus Petani Teluk Jambe, Karawang dan Kasus Petambak Bratasena, Tulang Bawang, Lampung.

“Konflik agraria di Teluk Jambe mencakup areal di 10 desa dan 4 kecamatan dan melibatkan sekitar 600 Kepala Keluarga Petani di Kabupaten Karawang ini, pecah sejak 2013 ketika PT Pertiwi Lestari secara paksa memagari lahan yang telah puluhan tahun digarap warga. Eskalasi konflik memuncak pada 2016-2017. Kasus konflik agraria terjadi pula di Tulang Bawang, Lampung, dimana Bertahun-tahun petambak yang terusir ini menjadi pengungsi di desa sekitar. Upaya hukum bertahun-tahun untuk kembali ke tambak selalu menemui kegagalan. Berbagai audiensi dan dengar pendapat dengan pihak berwenang juga tidak memberikan hasil.”, Tutur Firda Amalia dengan nada penuh penekanan.

Atas nama investasi dan penciptaan lapangan kerja, arus kapital besar yang mengeksploitasi sumber daya alam dan tanah di sektor perkebunan, kehutanan dan pertambangan ini didukung oleh intervensi pemerintah. Namun terlalu sering investasi swasta skala besar diiringi dengan pemindahan sejumlah besar orang secara paksa, gagal menciptakan lapangan kerja secara luas dan tidak membangun infrastruktur yang dijanjikan untuk masyarakat lokal.

IDEAS mengidentifikasi kini setidaknya terdapat 168 investor besar, baik swasta maupun negara, yang melakukan akuisisi lahan skala besar diatas 100 ribu hektar di sektor pertambangan, kehutanan dan perkebunan sawit yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

“Reforma agraria memiliki tujuan utama untuk menurunkan kemiskinan dengan meningkatkan kepemilikan lahan bagi rakyat miskin. Tanah adalah aset produktif utama bagi rakyat miskin. Ketiadaan lahan membatasi masyarakat miskin untuk mendapatkan penghasilan dari tanah termasuk usaha pertanian. Minimnya lapangan kerja tersebut membuat masyarakat miskin semakin sulit lepas dari jerat kemiskinan. Sehingga reforma agraria menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini demi terciptanya kesejahteraan rakyat.”, Kata Firda Amalia seraya menutup sesi pemaparanya.(PWR)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Kolaborasi Goes To School, Penyuluh Agama, Sat Binmas Polsek Dan Tim Dokter Puskesmas Kebayoran Lama Jakarta Selatan

Penyuluh Goes To School, Sambangi SMK Yanusa Pondok Pinang Dan SMA Muhammadiyah Cidodol