in

Indonesia, Negeri 1000 Bencana

Oleh: Nindyo Kusmanto,A.Md,S.Ag 
Pengurus LAZNAS YAKESMA Bengkulu
Nindyo Kusmanto

Entah apa dosa yang dilakukan insan di negeri ini. Baik dia sebagai rakyat biasa, pegawai, pengusaha, artis, pedagang, para Da’i atau Ulama’, ataupun pejabat negara. Karena sesungguhnya setiap bencana yang datang pasti ada kontribusi dan peran manusia yang terlibat didalamnya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sebagaimana Firman Allah Ta’Ala :

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41).

Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menyatakan bahwa semua kerusakan yang terjadi di muka bumi, dalam berbagai bentuknya, penyebab utamanya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia. Maka ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti “kerusakan” yang sebenarnya dan merupakan sumber utama kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi.

Serta dalam ayat yang lain Allah Ta’Ala berfirman:

{وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ}

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan (dosa)mu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS asy-Syuura:30).

Dalam kondisi bencana yang datang bertubi-tubi, tindakkan yang paling bijak dilakukan salah satunya adalah evaluasi atau muasabah diri. Tidak perlu saling menyalahkan sana sini, saling menyalahkan satu dengan yang lainnya.
Mengoreksi setiap diri dosa apa yang telah dilakukan secara pribadi atau pun secara kolektif.

Pesan yang ingin disampaikan dari Firman Allah Ta’Ala tersebut adalah, agar setiap kita berhenti untuk bermaksiat dan segera kembali kepada tuntunan-NYA. Baik kita sebagai Pemimpin dinegeri ini maupun sebagai rakyat biasa. Sehingga bencana demi bencana yang datang, yang disebabkan oleh perbuatan manusia, akan semakin mereda atau berkurang.

Masyarakat yang sedang mengalami atau terdampak musibah dan sedang menghadapi ujian, membutuhkan bantuan dan pertolongan segera. Baik dukungan moril maupun materil. Dari siapapun itu.

Menyelamatkan atau memelihara jiwa manusia dalam kondisi seperti ini haruslah dikedepankan. Inilah salah satu sebab diturunkannya tujuan syariat. (Maqosyid Syariah).

Bencana Pandemi, jatuhnya pesawat, banjir bandang, gempa bumi, meletusnya gunung Semeru, serta berbagai bencana alam lainnya, yang terjadi negeri ini, seakan-akan memberikan isyarat kepada kita semua bahwa agar untuk tetap menjaga, memupuk, serta meningkatkan jiwa-jiwa kepedulian antar sesama. (Kesholehan Sosial).

Karena sesungguhnya dalam kondisi seperti ini, siapa pun dia, apapun pangkat dan jabatannya, serta sebanyak apapun harta yang dimilikinya, baik dia sebagai ahli ibadah ataupun ahli maksyiat, tak kala sedang mengalami ujian atau musibah, sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan orang lain. Ingatlah, ketika kita membantu orang lain, sesungguhnya kita membantu diri kita sendiri. Sebagaimana Firman Allah Ta’Ala berbunyi :

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.(QS.17:7).

Berbagai bencana alam yang terus hadir, baik dari udara, laut dan darat dan dalam waktu yang berdekatan, serta menyebar diberbagai wilayah di Indonesia, seharusnya bisa memberikan pelajaran dan kesadaran secara kolektif kepada kita, bahwa negeri ini wajar dijuluki negeri 1000 bencana. Dengan demikian agar setiap anak bangsa negeri ini untuk terus waspada, terus memupuk jiwa-jiwa kepedulian sosial (Kesholehan Sosial) ditengah-tengah kehidupan yang serba individualis dan materialistis.

Mari kita bersama untuk saling peduli dan berbagi. Tanpa memandang suku, ras, sosial budaya, dan status agama serta keyakinan seseorang. Jika mereka membutuhkan bantuan dan pertolongan, kita sebagai bagian dari komponen anak bangsa negeri ini, untuk segera membantunya. Karena inilah bagian implementasi dari ajaran agama Islam yang kita yakini kesempurnaannya. Inilah wujud dari solidaritas sesama anak bangsa yang merupakan realisasi dari nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah bangsa dan Idiologi negara.

Report FREE Fast Response Emergency Gempa Bumi Majene – Mamuju Update Report : 16 Januari | Pukul : 21.00.

Korban Jiwa:
Meninggal 56 orang
Luka luka 637 orang
Pengungsi 15.000 orang

Respon Yakesma terhadap bencana:

  1. Assesment awal dan
    melakukan pendataan
  2. Kordinasi dengan
    BPBD setempat
  3. Distribusi air mineral
    dan roti
  4. Tenda pengungsi
    sebanyak 1 lembar
  5. Pemberian nasi siap
    saji 380 bungkus
  6. Penyaluran beras 27 karung dan telur 70 rak
  7. Air mineral gelas 20
    dus

Kebutuhan Mendesak:

  • Selimut
  • Tikar
  • Tenda
  • Terpal
  • Perlengkapan Bayi
  • Perlengkapan Wanita
  • Kain kafan
  • Alat sholat, dan
  • Obat-obatan

Sahabat, mari kita sama sama bantu dengan menyisihkan sedikit rezeki kita untuk para pengungsi korban gempa.

Donasi online

Powerwakaf.com

Temanberbagi.yakesma.org

Mari Berdonasi Kemanusiaan Melalui LAZNAS YAKESMA

Dalam Program #HelpIndonesia

No Rekening: 4310036847 Bank M uamalat Indonesia (BMI) An.Yakesma Cabang Bengkulu.

No Rekening: 7114447697 Bank Syarian Mandiri (BSM) An. Yakesma Cabang Bengkulu

Catatan :
Tambahkan Angka 21 diakhir Nominal Donasi.
Contohnya : Rp. 100.021,

Konfirmasi Donasi Kemanusiaan
WA : 081373189921/082377728856

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Bersama YAKESMA, Kita Ringankan Beban Korban Bencana

Pekan Staffing Kepengurusan, Presiden ISLAH Pusat Iqbal Muslich Nonton Mabol Alumni dan Silaturahim Angkatan Via Zoom