in

Jangan Pernah Merasa Lelah, Berbuat Baik Di Dunia Saudaraku

Oleh: Nindyo Kusmanto, A.Md, S.Ag
Pengurus & Relawan YAKESMA & BSMI Cabang Bengkulu
Nindyo Kusmanto

Banyak cara untuk melakukan amal kebajikan. Mulai dari hal-hal yang dianggap sepele seperti menyingkirkan batu atau duri dijalanan, hingga memberikan sesuatu baik itu berbentuk uang maupun berwujud barang. Bahkan jika tidak punya sesuatu pun yang kita miliki, hanya dengan wajah ceriah dan senyuman kepada orang lain sudah dianggap bersedekah. MasyaAllah begitu luasnya dalam ajaran Islam yang suci ini, Allah Ta’Ala memberikan kita ruang untuk melakukan amalan-amalan kebaikan dengan banyak cara.

Salah satu hikmah dari berbagai bencana alam yang datang silih berganti dinegeri ini, justru Allah Ta’Ala memberikan kita ruang Medan amal untuk melakukan berbagai kebaikan-kebaikan. Allah Ta’Ala tidak ingin melihat kita beristirahat sejenak atau berhenti untuk beraktifitas dalam lingkar kebaikan. Apapun bentuk kebaikan yang sedang kita lakukan.

Dok Yakesma

Karena sekali kita punya niat dan pemikiran ingin istirahat sejenak, maka begitu banyak alasan untuk kita berat memulainya kembali. Dan semoga kita semua yang terlibat dalam putaran amal kebajikan ini, semoga senantiasa diberikan keistiqomahan, perlindungan, kesehatan, serta Keberkahan Allah Ta’Ala. Aamiinn yaa mujibassailiin.

Sebagai apapun posisi dan peran kita dalam sebuah amal kebajikan, semua sama disisi Allah Ta’Ala. Tidak ada yang lebih baik dan mulia dalam hal ini. Selagi itu dilakukan dan dikerjakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Misalnya kalau dalam sebuah kegiatan ada kepanitiaan, ada yang diamanahkan sebagai ketua dan penanggungjawab kegiatan, ada bagian acara, bagian konsumsi, bagian distribusi bantuan, bagian perlengkapan, serta yang bertugas dan diamanahkan bagian transfortasi pun, Semua itu sama disisi Allah Ta’Ala.

Atau dengan bahasa lain, posisi didepan layar atau dibelakang layar, disorot kamera atau pun tidak, sekali lagi nilainya bukan pada posisi kita dimana dan jabatannya apa ? Tapi sejauh mana kita menjalankan amanah-amanah tersebut dengan hati yang lapang dan penuh keikhlasan.

Intinya dalam setiap kegiatan amal kebajikan kita ingin menerapkan Firman Allah Ta’Ala yang berbunyi :

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS. Al-Maidah : 2).

Bersyukur dan berbahagialah, jika jiwa-jiwa Kerelawanan dan Kemanusiaan masih bersemayam dalam diri kita. Jaga, pupuk dan pelihara mutiara yang sangat berharga tersebut. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan dan memilikinya. Hanya orang-orang pilihanlah yang bisa mendapatkannya. Allah Ta’Ala tahu siapa yang memang layak untuk menerima mutiara tersebut.

Dok Yakesma

Profesi atau aktifitas sebagai Relawan Kemanusiaan bagi sebagian besar orang bukanlah suatu profesi yang memberikan rasa bangga bagi setiap orang. Banyak orang memandang, aktifitas seperti ini tidak dapat menghasilkan sesuatu. Hanya menambah pekerjaan. Membuang-buang waktu saja. Tidak menghasilkan uang. Jadi untuk apa kita harus terlibat dalam kegiatan seperti ini.

Dipihak lain mereka memberikan berbagai alasan. Tuntutan akan pemenuhan kebutuhan kehidupan keluarga semakin meningkat. Kami harus lebih memproritaskan keluarga terlebih dahulu. Nanti sajalah untuk membantu yang lain. Sekolah anak mau dibayar, listrik dan air pam juga harus dibayar. Berbagai cicilan hutang juga harus dibayarkan setiap bulannya. Dan berbagai persoalan kehidupan mereka utarakan, sebagai alasan tidak siap dan bersedianya mereka terlibat dalam amal-amal kebajikan seperti ini.

Perlu diketahui dan dipahami sebenarnya bukan mereka tidak mau dan tidak siap, akan tetapi Allah Ta’Ala tahu siapa yang memang layak untuk menerima mutiara yang berharga tersebut. Allah Ta’Ala tidak ingin tugas mulia ini dikerjakan dan diemban oleh orang-orang yang mempunyai tujuan duniawi.

Dan bersyukurlah kita masih diberi kesempatan untuk menerima mutiara yang sangat berharga tersebut. Sekali lagi tugas kita untuk menjaga, merawat dan memupuknya agar jiwa Kerelawanan dan Kemanusiaan ini lebih subur lagi.

Sebagai seorang Relawan Kemanusiaan, kita bukanlah orang yang sempurna. Kehidupan sosial kita sama seperti yang lain. Sama memiliki berbagai persoalan dan kebutuhan. Dan juga harus segera untuk dipenuhi dan diselesaikan.

Sebagai seorang Relawan Kemanusiaan, disamping memiliki semangat dan sangat yakin akan janji Allah Ta’Ala. Sebagaimana Firman Allah Ta’Ala berbunyi :

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙوَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (QS. Ath-Thalaq :1-5).

Inilah janji Allah Ta’Ala bagi siapapun yang bertaqwa kepada-NYA. Tidak ada keraguan sedikitpun akan janji dan jaminan dari Allah Ta’Ala ini.

Mereka memiliki keyakinan jika terus dan tetap Istiqomah dalam memberikan pelayanan, serta membantu orang-orang yang membutuhkan pertologan dan bantuan, maka Allah Ta’Ala pun akan memberikan pertolongan dan bantuan kepada mereka.

Allah Ta’Ala akan memberikan jalan keluar dari berbagai persoalan kehidupan yang dihadapinya. Allah Ta’Ala akan memberikan kemampuan untuk memanggul beban-beban berat tersebut. Pada saat dan waktu yang tepat, dan dengan caran-NYA sendiri.

Karena profesi atau aktifitas sebagai seorang aktifis Relawan Kemanusiaan, adalah bagian dari wujud Ketaqwaan kepada Allah Ta’Ala.

Mari teruslah berputar dalam medan-medan amal kemanusiaan atau kebajikan. Teruslah bekerja dan memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan bidang dan kemampuan kita masing-masing. Karena sesungguh Allah Ta’Ala berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS an-Nahl [16]: 97).

Perlu digaris bawahi pada Firman Allah Ta’Ala tersebut diatas, bahwa Allah Ta’Ala akan memberikan kehidupan yang baik dan akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang sudah dikerjakannya. Ingat ini janji dan jaminan dari Sang Kholik pemilik alam semesta ini. Selagi mereka masih berada dalam keadaan beriman.

Jangan merasa lelah saudaraku. Karena masih sangat banyak saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah dan berbagai bencana sekarang ini, sedang menunggu uluran tangan dan sentuhan kita. Kehadiran, pertolongan serta bantuan kita apapun bentuknya kepada mereka, bagaikan penghilang dahaga ditanah yang tandus.

Dok Yakesma

Mereka butuh dukungan moril dan materil. Kehadiran dan kontribusi kita disana bukan untuk pencitraan siapapun. Bukan untuk tujuan duniawi. Kita hadir, menolong dan membantu mereka karena panggilan suci (Iman).

Mari kita jadikan lelah-lelah kita karena Lillah. Allah Ta’Ala, Rasul-NYA, serta orang-orang Mu’min menyaksikan semua dan sekecil apapun kontribusi kita. Tidak ada yang sia-sia dalam hal ini. Allah Ta’Ala berfirman :

وَقُلِ اعۡمَلُوۡا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُوۡلُهٗ وَالۡمُؤۡمِنُوۡنَ‌ؕ وَسَتُرَدُّوۡنَ اِلٰى عٰلِمِ الۡغَيۡبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمۡ بِمَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ‌ۚ

Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah : 105).

Demikian saudara ku, jangan lelah untuk melakukan kebajikan. Mari memantaskan diri kita untuk bermanfaat bagi orang lain.

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”
(HR. Ahmad)

Mari Berdonasi Kemanusiaan Melalui LAZNAS YAKESMA Dalam Program #HelpIndonesia

No Rekening : 4310036847 Bank Muamalat Indonesia (BMI) An. Yakesma Cabang Bengkulu.

No Rekening. : 7114447697 Bank Syarian Mandiri (BSM) An. Yakesma Cabang Bengkulu

Catatan : Tambahkan Angka 21 diakhir Nominal Donasi. Contohnya : Rp. 100.021,-

Konfirmasi Donasi Kemanusiaan
WA : 081373189921 / 082377728856

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Relawan Bencana, Memang Beda

Layarkan Kapal, Selamatkan Banyak Saudara!