in

Khutbah Jum’at: Syumuliyatu At-Taubah ila Allah (Totalitas Taubat Kepada Allah Ta’ala)

Oleh: Dr. Derysmono, Lc,M.A.  
(Sekretaris Umum PP HDMI & Direktur Ma’had Raudhotul Quran Azzam)  
Tangkapan layar Anchor.FM

Masyirol Muslimin wa zumrotal mukminin Rahimakumullah.

Marilah kita memanjatkan puja puji kita kepada Allah Ta’ala yang Maha Rahman dan Maha Rahim, begitu kasih dan sayang-Nya kepada kita melampaui ibadah yang kita lakukan, Dia lah Allah Tuhan yang menerima taubat hamba-Nya dengan ampunannya seluas samudera, setinggi langit dan sebanyak bintang di angkasa. Semoga kenikmatan yang Allah berikan dapat menyadarkan kita akan luasnya kasih sayang Allah.

Shalawat dan salam kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, baik kepada keluarganya, sahabatnya dan kepada umat yang senantiasa tegak lurus dan murni mengikutinya sampai akhir kiamat kelak.

Masyirol Muslimin wa zumrotal mukminin Rahimakumullah.

Khatib berwasiat kepada diri khatib dan kepada jama’ah yang hadir marilah senantiasa mempertebal iman kita, memperdalam ilmu kita, memperbanyak istigfar dan taubat kita kepada-Nya. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hambaNya yang dikasihi dan diampuni.

Masyirol Muslimin wa zumrotal mukminin Rahimakumullah.

Izinkan khatib pada kesempatan ini untuk menyampaikan tema khutbah “Syumuliyah at-taubah ila Allah” atau Totalitas Taubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bangsa kita saat ini mengalami banyak sekali musibah, Mulai dari banjir, gelombang pasang, tanah longsor, hingga erupsi gunung api terjadi di Indonesia di awal tahun 2021 ini.

Termasuk pula pandemi covid 19 dan kejadian jatuhnya Pesawat yang membuat hati dan jiwa kita tertegun dan merenung. Seolah-olah alam dan apa yang terjadi memberikan sinyal darurat kepada kita semua, pertanda penting untuk segera memperbaiki diri. Musibah sebagai isyarat agar kita menyadari bahwa seluruh alam semesta ini ada di dalam genggaman Allah. Allah Ta’ala ingin menunjukkan ke-mahakuasaan-annya.

Masyirol Muslimin wa zumrotal mukminin Rahimakumullah.

Syumuliyah At-Taubah yang dimaksudkan khatib adalah Totalitas dalam Taubat; Hakikat Taubat Nasuha, berawal dari Taubat syakhsyiyyah (mewakili diri sendiri) menuju taubat al-jama’iyyah (kolektif sebagai bangsa). Berawal dari Taubat kepada Allah qauliyah (hanya berupa perkataan) menuju taubat ‘amaliyah (praktiknya dalam kehidupan sehari-hari). Bermula dari taubat didasari oleh keterpaksaan menuju taubat didasari oleh kemurnian dan keikhlasan.

Semoga musibah yang ada menghapus dosa-dosa kita, sehingga saat kita menemui Allah, telah suci hati kita, telah bersih jiwa kita.

Masyirol Muslimin wa zumrotal mukminin Rahimakumullah.

Syeikh Hasan Al-Banna mengatakan : Saudaraku, ketahuilah bahwa kekuatan dan kelemahan, mudanya dan kekuatan suatu bangsa adalah seperti kekuatan dan kelemahan, muda dan tua nya seseorang. Terkadang terlihat kuat sehat bugar, kadang juga sakit, dan terus mengeluh sampai ada pengobatan.

Bangsa kita sedang tidak sehat, bagaimana Alam rusak oleh tangan manusia, Negara semakin terbebani dengan ekonomi krisis dan hutang yang melangit, korupsi yang menggerogoti masyarakat, kemaksiatan menjamur, perzinahan dan minuman keras keras, narkoba yang brutal, Penegakan hukum yang tak menentu dan masih banyak lainnya, kita butuh taubat memperbaiki diri sebagai ibadullah dan khalifatullah yang bertanggungjawab sebagai hamba Allah yang bertauhid kepada Allah dan tidak syirik kepada-Nya, dan sebagai pemimpin untuk mengurus Negara yang telah diperjuangkan susah payah oleh pendahulu kita.

Hadirin yang dirahmati Allah.

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, memperbaiki diri dan berpegang teguh dengan agama Allah serta mengikhlaskan agama mereka untuk Allah mereka itulah yang akan bersama dengan kaum beriman dan Allah akan memberikan kepada kaum yang beriman pahala yang amat besar.” (QS. An Nisaa’: 146).

Hadirin yang dirahmati Allah.

Ada 4 hal yang dapat kita lakukan dalam menghadapi musibah yang ada ini, Pertama taubat, kedua islah (memperbaiki diri), ketiga berpegang teguh kepada Allah, keempat ikhlas. Hadirin yang dirahmati Allah.

Pertama : Taubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dalam Syumuliyah taubah, tidak hanya taubat sendiri-sendiri tapi ada juga taubat yang dilakukan oleh kita sebagai sebuah bangsa. Tidak hanya di rumah tapi juga sampai ke lingkungan sekitar. Tidak hanya hanya masyarakat desa tapi juga sampai ke sebuah negara. Syeikh bin Baz pernah ditanya bagaimana ditanya tentang taubat? Beliau menjawab saya nasehatkan kepada anda untuk selalu beristiqomah dalam bertaubat sambil memperbanyak istighfar dan amal shalih.

Hadirin yang dirahmati Allah.

Hadirin yang dirahmati Allah, tobat yang memenuhi tiga syarat.

Pertama, berhenti dari maksiat yang dilakukannya. Kedua, menyesali perbuatannya, dan ketiga, berketetapan hati tidak akan mengulangi perberbuatan maksiat tersebut.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,”Sesungguhnya segera bertaubat kepada Allah dari perbuatan dosa hukumnya adalah wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda.”

Imam An Nawawi rahimahullah berkata,”Para ulama telah sepakat, bahwa bertaubat dari seluruh perbuatan maksiat adalah wajib; wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda, apakah itu dosa kecil atau dosa besar.”

Para Ulama menjelaskan maksud tali Allah adalah agama Allah, sebagian lagi menjelaskan Al-Quran. Marilah kita jadikan Al-Quran sebagai patokan hidup, pedoman dalam menuju ridho Allah.

Banyak orang berusaha jauh dan menjauhkan diri dari Allah, sehingga dia jatuh dalam kebinasaan. Karena kalau bukan karena Allah kita bukanlah apaapa. Musibah Longsong, Gempa dan lainnya menunjukkan kepada kita bahwa kita tak bisa bebuat apa-apa saat itu tiba, hanya berharap kepada Allah lah penolong kita. Berikutnya adalah Ikhlash.

Allah berfirman,

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Layarkan Kapal, Selamatkan Banyak Saudara!

Tingkatkan Kapasitas UMKM Ditengah Pandemi, YIUR Kolaborasi GENPRO Kota Bengkulu Adakan Pelatihan