in

Manajemen Strategik Mengelola Keuangan Perusahaan

Oleh : Evi Apriliani (Mahasiswa STEI SEBI Depok)


Linkkan – Setiap bisnis besar atau kecil memerlukan strategi bahkan sebelum perusahaan tersebut didirikan, dan juga strategi akan diperlukan ketika perusahaan itu sendiri akhirnya telah berjalan.

Perannya adalah untuk menetapkan bagaimana perusahaan akan menggunakan dan mengelola sumber daya keuangannya untuk mencapai tujuannya. Pada dasarnya, ini menguraikan langkah-langkah yang perlu di ambil untuk menumbuhkan bisnis sehingga dapat mencapai tujuan. Anggap saja sebagai strategi sebagai peta jalan untuk masa depan perusahaan. Salah satu hal yang penting untuk diterapkan adalah Manajemen Strategik.

Manajemen Strategik merupakan ilmu yang mempelajari tentang perumusan, pelaksanaan dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya. Menurut Wheelan dan Hunger, manajemen strategik adalah suatu kesatuan rangkaian keputusan dan tindakan yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Karena itulah manajemen strategik merupakan satu hal yang penting, karena bersangkutan dengan kinerja perusahaan di masa yang akan mendatang.


Manajemen strategi awalnya dilakukan dalam bentuk perencanaan berskala besar mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, kemudian juga dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan. Pengimplementasian strategi dalam program-program termasuk proyekproyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsifungsi manajemen lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol. Mengapa manajemen stragik penting adalah karena sekarang kita berada di era globalisasi ekonomi, yang mana untuk menghadapinya maka kegiatan dalam berusaha telah dibatasi oleh banyak lingkup batasan sehingga untuk tingkat perubahan lingkungan serta dinamika yang secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi manajemen. Maka seharusnya setiap pemimpin dalam perusahaan akan melaksanakan manajemen strategik bagi perusahaannya.


Untuk lebih mudah dipahami, berikut tujuan dari manajemen strategi ;

  1. Memberikan arah pencapaian tujuan perusahaan dan sekaligus juga menunjukkan kepada semua pihak kemana arah tujuan perusahaan. Dengan adanya arahan yang jelas maka dapat digunakan sebagai landasan untuk pengendalian dan mengevaluasi keberhasilan.
  2. Memikirkan kepentingan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam perusahaan, bulai dari karyawan, pemegang saham, pemasok, bahkan masyarakat luas.
  3. Mengantisipasi kemungkinan terjadinya perubahan, dengan adanya manajemen strategi memungkinkan eksekutif puncak untuk mengantisipasi perubahan dan menyiapkan pedoman dan pengendalian.
  4. Berhasil membuat perusahaan yang memiliki efisiensi dan efektivitas.

Sebagian besar perusahaan memiliki tujuan finansial dan nonfinansial. Tujuan finansial berhubungan dengan sektor keuangan atau uang, dan hasilnya diukur dalam istilah moneter. Misalnya, jika berencana untuk meningkatkan pendapatan bisnis atau laba atas investasi, itu adalah tujuan finansial. Pemilik bisnis mungkin juga ingin mengurangi biaya overhead, mengamankan pendanaan, mengurangi biaya pemasaran atau menghilangkan hutang. Sebaliknya, tujuan nonfinansial terkait dengan karyawan, pelanggan, teknologi, atau tanggung jawab sosial perusahaan. Kedua tujuan ini tentunya akan menjadi hal penting untuk membantu bisnis tumbuh dan meningkatkan pangsa pasarnya. Namun dalam tulisan ini yang akan dibahas adalah sektor keuangan perusahaan, dan alasan mengapa pengelolaan keuangan perusahaan menggunakan manajemen strategik penting untuk diterapkan. Mengapa faktor finansial penting adalah karena keuangan dalam sebuah perusahaan menjadi pondasi yang kuat terbangunnya sebuah perusahaan. Keuangan juga bersifat sangat riskan. Jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi berantakan dan akan berpotensi menghancurkan perusahaan tersebut. Oleh karena itu dalam perusahaan dibutuhkan manajemen keuangan yang baik. Manajemen keuangan sendiri merupakan kegiatan perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, juga pengendalian dana dan aset yang dimiliki suatu perusahaan. Manajemen keuangan mencakup, cara memperoleh pendanaan, menggunakan atau mengalokasikan dana. Manajemen keuangan memiliki kewajiban untuk mengendalikan, mengalokasian, perolehan aset dan kewajiban perusahaan dengan benar, termasuk memantau item pembiayaan operasional seperti pengeluaran, pendapatan, piutang dan hutang, arus kas, serta profitabilitas.

Tujuan keuangan suatu bisnis dapat dikaitkan dengan arus kasnya, pengeluaran modal, pendapatan atau keuntungan, di antara aspek-aspek lainnya. Mereka tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keuangan perusahaan tetapi juga memandu upaya-upayanya dan memastikan perusahaan memiliki cukup dana untuk beroperasi dengan lancar. Sasaran-sasaran ini dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, seperti maksimalisasi laba, maksimalisasi nilai, peningkatan penjualan, dan masih banyak lagi. Salah satu tujuan keuangan yang paling umum adalah untuk meningkatkan pendapatan bisnis. Hasilnya biasanya diukur dalam hal peningkatan persentase. Misalnya, ingin meningkatkan penghasilan hingga 30% selama dua tahun ke depan. Untuk melakukannya, perlu melakukan analisis arus kas, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan mempertimbangkan sumber pendapatan alternatif.

Tujuan keuangan lainnya adalah meningkatkan laba atas investasi. Ada beberapa strategi yang dapat di gunakan untuk tujuan ini, seperti menaikkan harga atau membeli peralatan yang lebih efisien untuk mengurangi biaya produksi. Jika tujuan untuk memaksimalkan keuntungan, cari cara untuk memotong pengeluaran dan membangun proses yang meningkatkan efisiensi dalam perusahaan. Mengganti pemasok, misalnya, dapat membantu menurunkan biaya dan meningkatkan margin keuntungan. Hal-hal ini dapat membantu mengidentifikasi dan mengembangkan strategi yang sejalan dengan tujuan perusahaan dan memaksimalkan pendapatan bisnis. Pemilik usaha dan pengelola akan tahu apa kekuatan perusahaan dan bagaimana menggunakannya untuk tetap kompetitif dan mencapai target keuangan. Ketika dilakukan dengan benar, perencanaan keuangan dapat meningkatkan manajemen risiko dan meningkatkan laba atas investasi. Ini juga membantu mengantisipasi tantangan dan ancaman di masa depan, memberi kontrol yang lebih baik atas anggaran dan memberikan data yang di butuhkan untuk membuat keputusan keuangan yang cerdas.

Manajemen keuangan strategis berarti tidak hanya mengelola keuangan perusahaan tetapi mengelolanya dengan maksud untuk berhasil — yaitu, untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan dan memaksimalkan nilai pemegang saham dari waktu ke waktu. Namun, sebelum perusahaan dapat mengelola dirinya secara strategis, pertama-tama perusahaan perlu menentukan tujuannya secara tepat, mengidentifikasi dan mengukur sumber daya yang tersedia dan potensial, dan menyusun rencana khusus untuk menggunakan keuangan dan sumber daya modal lainnya untuk mencapai tujuannya. Cakupan manajemen keuangan sendiri agak sedikit berbeda dengan manajemen keuangan stratejik. Karena, konteks yang tercakup dalam manajemen keuangan strategik  tidak hanya mengelola keuangan tetapi mengelolanya dengan tujuan untuk bisa berhasil, sehingga bisa untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham dari waktu ke waktu. Namun, sebelum dapat mengelola secara strategis, perlu menentukan tujuan secara tepat, mengidentifikasi dan mengukur sumber daya yang tersedia, serta menyusun rencana khusus untuk menggunakan keuangan dan sumber daya modal lainnya. Dengan kata lain, dapat kita simpulkan bahwa manajemen keuangan strategik sangat terkait dengan menciptakan laba dan memastikan ROI (pengembalian intvestasi) yang dapat diterima.

Menurut Kenton dalam ada beberapa hal terkait manajemen keuangan stratejik, yaitu ;

  1. Manajemen keuangan strategis memiliki tujuan utama untuk menciptakan laba dalam bisnis.
  2. Manajemen keuangan strategis berfokus pada keuntungan jangka panjang.
  3. Perencanaan keuangan strategis bervariasi menurut perusahaan, industri, dan sektor.

Manajemen keuangan strategis mungkin memerlukan pengorbanan atau penyesuaian secara jangka pendek untuk dapat mencapai tujuan jangka panjang yang lebih efisien. Contohnya jika perusahaan mengalami kerugian bersih, maka perusahaan dapat memilih untuk mengurangi basis asetnya melalui  closing facilities (menutup asset melalui penjualan atau lainnya) atau melakukan terminasi karyawan, sehingga dapat mengurangi biaya operasional. Langkah-langkah tersebut dapat mengakibatkan biaya restrukturisasi yang secara negatif mempengaruhi keuangan lebih lanjut dalam jangka pendek, tetapi akan berdampak lebih baik dalam jangka panjang. Pengorbanan jangka pendek versus jangka panjang ini seringkali perlu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai pemangku kepentingan.

Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa manajemen strategik penting merupakan faktor penting untuk mengelola keuangan perusahaan. Pengelolaan keuangan harus direncanakan dengan matang agar tidak timbul masalah di kemudian hari. Dengan manajemen strategik untuk mengelola keuangan perusahaan, maka tidak hanya menjadi langkah-langkah untuk mengembangkan perusahaan, dan juga menjadi perencanaan diawal namun juga untuk memastikan bahwa perusahaan dapat mendapatkan keuntungan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Peran keuangan dalam keputusan operasional terutama semacam penilaian dan pemantauan. Keuangan membantu manajer mengevaluasi alternatif operasional yang tersedia bagi mereka, dan membantu mereka memantau keputusan yang diterapkan. Pemantauan seperti itu sangat penting untuk evolusi strategi perusahaan, membantu manajer mengubah atau menyesuaikan strateginya berdasarkan umpan balik dari strategi sebelumnya. Hasil keputusan operasi yang dipikirkan secara matang dan dipantau secara cermat adalah arus kas yang lebih tinggi di masa depan yang diharapkan bagi perusahaan. Keuangan memainkan peran kunci dalam mengembangkan strategi pembiayaan, menilai alternatif, dan memantau hasilnya. Tujuan dari strategi pembiayaan adalah untuk meningkatkan modal dengan biaya terendah, yang pada gilirannya meningkatkan nilai pemegang saham. Manajemen keuangan melibatkan pemahaman dan pengendalian, pengalokasian, dan memperoleh aset dan kewajiban perusahaan dengan benar, termasuk memantau item-item pembiayaan operasional seperti pengeluaran, pendapatan, piutang dan hutang, arus kas, dan profitabilitas. Manajemen keuangan strategis mencakup semua hal di atas ditambah evaluasi, perencanaan, dan penyesuaian berkelanjutan untuk menjaga perusahaan tetap fokus dan berada di jalur yang benar menuju sasaran jangka panjang. Ketika sebuah perusahaan mengelola secara strategis, maka perusahaan menangani masalah jangka pendek secara ad hoc dengan cara yang tidak menggagalkan visi jangka panjangnya.

Untuk mengelola keuangan perusahaan, maka perusahaan akan melibatkan rancangan elemen yang akan memaksimalkan sumber daya keuangan perusahaan dan menggunakannya secara efisien. Perusahaan perlu untuk kreatif, karena tidak ada pendekatan satu ukuran untuk semua untuk manajemen strategis, dan masing-masing perusahaan akan merancang elemen yang mencerminkan kebutuhan dan tujuannya sendiri. Namun, beberapa elemen pada manajemen keuangan strategis mencakup beberapa hal berikut ini ;

Perencanaan

Tahap ini adalah tahap paling awal untuk menerapkan manajemen strategik untuk mengelola keuangan suatu perusahaan. Secara umum manajemen strategi, bertujuan untuk mengembangkan visi & misi, membantu identifikasi peluang eksternal dan ancaman, menetapkan kelemahan serta kekuatan internal perusahaan, menetapkan tujuan jangka panjang, dan membuat strategi alternatif untuk mencapai tujuan. Namun dalam bidang keuangan, maka hal-hal diatas difokuskan pada aspek keuangan atau finansial. Artinya, perlu untuk mengidentifikais peluang dan ancaman di bidang keuangan dna keuntungan, menentukan tujuan jangka pendek dan panjang pada sektor keuangan perusahaan, dan hal-hal lainnya yang bersangkutan dengan keuangan perusahaan perlu untuk direncakana sebaik mungkin.

  1. Tetapkan tujuan dengan tepat.
  2. Mengidentifikasi dan mengukur sumber daya yang tersedia dan potensial.
  3. Tulis rencana keuangan bisnis tertentu.

Penganggaran

Kemudian adalah melakukan penganggaran, untuk mengelola keuangan yang baik maka tentu harus ada anggaran awal yang digunakan sebagai acuan dalam menjalanka aktifitas keuangan perusaaan. Penggaran ini akan membantu fungsi perusahaan dengan efisiensi keuangan, dan mengurangi kemungkinan akan terjadinya kekurangan atau kerugiaan.

  1. Identifikasi area yang mengeluarkan biaya operasi paling besar, atau melebihi biaya yang dianggarkan.
  2. Pastikan likuiditas yang cukup untuk menutup biaya operasional tanpa memanfaatkan sumber daya eksternal.
  3. Mengungkap area di mana perusahaan dapat menginvestasikan pendapatan untuk mencapai tujuan lebih efektif.

Menetapkan Prosedur yang Sedang Berlangsung

Menetapkan prosedur yang telah dipaparkan diatas merupakan strategi selanjutnya.. Pada tahap ini dilakukan pengembangan strategi pendukung, merencanakan struktur keuangan yang efektif, mengatur ulang usaha pemasaran yang dilakukan, mempersiapkan anggaran, dan mengembangkan dan utilisasi sistem informasi. Tahap ini juga bisa sekaligus dilakukan sebagai tahap akhir dalam manajemen strategis untuk mengelola keuangan. Kita bisa mengevaluasi untuk tahu kapan strategi tertentu tidak bekerja dengan baik.

  • Kumpulkan dan analisis data.
  • Membuat keputusan keuangan yang konsisten.
  • Melacak dan menganalisis varians — yaitu, perbedaan antara hasil yang dianggarkan dan aktual.
  • Mengidentifikasi masalah dan mengambil tindakan korektif yang tepat.

Bibliography

Izadi, R., Khadivi, A. M., & Mehrabanfar, E. (2015). The Role of Finance in Corporate Strategy . European Online Journal of Natural and Social Sciences ; Special Issue on New Dimensions in Economics, Accounting and Management Vol. 4, No.1.

Kenton, W. (2019). Strategic financial management.

Taufiqurokhman, D. (2016). Manajemen Strategik. Jakasta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Moestopo Beragama.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Donasi Masker dari BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) Bengkulu untuk Penerima Manfaat BRSPDM “Dharma Guna” di Bengkulu

Meningkatkan Keunggulan Bersaing UMKM Melalui Manajemen Strategik