in ,

Menjadi Pribadi Unggul

Oleh : Nindyo Kusmanto,S.Ag (Relawan BSMI Bengkulu)

“Karena keberadaan seseorang didalam suatu aktifitas kebaikan adalah bagian dari rezeki dan kenikmatan yang Allah Ta’Ala berikan kepada hamba-hamba pilihan-NYA” .

Pertama-tama saya sangat berbahagia sampai saat ini masih berada dalam orbit kegiatan kemanusiaan dan menjadi Relawan Kemanusiaan bersama Bulan Sabit Merah (BSMI). Ini suatu rezeki dan kenikmatan dari Allah Ta’Ala yang harus kita syukuri. Karena keberadaan seseorang didalam suatu aktifitas kebaikan adalah bagian dari rezeki dan kenikmatan yang Allah Ta’Ala berikan kepada hamba-hamba pilihan-NYA. Berada dan bergabung dengan Insan – insan yang sangat luar biasa.

Berinteraksi dengan pribadi-pribadi yang unggul dan pilihan. Status unggul dan pilihan ini langsung Allah Ta’Ala yang memberikan status tersebut. Ini bukan status akademik, bukan status atau gelar kehormatan, bukan gelar status sosial yang diberikan oleh manusia. Akan tetapi ini suatu kedudukan, kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-hamba pilihan-NYA. Dan Allah Ta’Ala, tidak akan memberikan amanah, rezeki ini kepada semua orang, walaupun dia juga sebagai seorang muslim.

Oleh karenanya, kita harus bersyukur atas apa yang telah Allah Ta’Ala taqdirkan bahwa kita telah berada dalam sebuah komunitas “ Peduli Kemanusia “ yang bernama Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Dan keberadaan kita dikomunitas ini harus dijaga, dipupuk dan dipelihara agar tetap terjaga. Karena ini adalah amanah, nikmat, serta rezeki dari Allah Ta’Ala yang tidak semua orang Allah Ta’Ala titipkan untuk mengemban misi mulia ini. Bahkan belum tentu mereka mau, kalaupun mau belum tentu mereka mampu dalam menjalankan aktifitas sebagai Tim Relawan Kemanusiaan. Kenapa keberadaan kita dalam Komunitas sebagai Tim Relawan Kemanusia dikatakan orang-orang Pilihan dari Allah Ta’Ala…? Karena :

Profesi sebagai Relawan Kemanusiaan, bukanlah suatu profesi Prestise (yang dibanggakan) bagi orang-orang yang hidup dijaman Millineal ini, dan sejak dari dulu juga demikian. Tidak pernah orang berbondong-bondong, bahkan antri untuk mendaftar sebagai tenaga Relawan Kemanusiaan. Kenapa…? Karena aktifitas ini tidak akan memberikan apapun kepada mereka (selain balasan dari Allah Ta’Ala), justru sebaliknya banyak hal yang harus mereka korbankan. Waktu, tenaga, pikiran, perasaan, bahkan dana pribadipun dikeluarkan.

Ditengah orang-orang menghabiskan waktunya bersama keluarga, bercengkeramah dengan mereka, kumpul dengan sahabat dan handai taulan. Liburan diakhir pekan bersama keluarga serta jalan-jalan ke Mall, ketempat hiburan dan lain-lainnya. Justru pribadi-pribadi yang unggul ini berada dilokasi-lokasi banjir. Dilokasi-lokasi dimana terjadi longsor, gempa bumi dan tempat-tempat bencana alam lainnya. Bahkan posisi pribadi-pribadi unggul ini pun tidak jarang juga berada didaerah-daerah konflik, serta juga berada ditengah-tengan masyarakat yang sedang melakukan Aksi Demonstrasi.

Bahkan kadang juga mereka mengalami tindakan kekerasan dari oknum aparat karena sedang menjani tugas sebagai relawan kemanusia. Pribadi unggul ini bahkan masuk kedaearah-daerah pedalaman yang jauh dari sumber-sumber kehidupan, kehutan belantara dan daerah pegunungan. Disinilah pribadi-pribadi unggul itu berada. Jauh dari keluarga, sanak family dan sahabat serta berbagai fasilitas kehidupan yang akan menyenangkan manusia.

Tidak ada jepretan kamera, tidak ada sorotan TV dan berbagai publikasi serta sanjungan. Yang ada dalam diri pribadi-pribadi unggul ini adalah “ Ikhlas Karena Allah Ta’Ala “. Karena mereka ingin menjadi Manusia yang terbaik, manusia yang unggul. Sebagaimana bunyi Hadist Rasulullah SAW. خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ (Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain). Dan mereka menyakini jika melakukan kebaikan, maka kebaikan tersebut akan kembali kepada mereka. Sebagimana juga Firman Allah (SQ. Al Isra :7). اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗ (jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri).

Begitu banyak tersebar dalam Al Qur’an, begitupun dengan Hadist-hadist Rasululah SAW yang menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita, kenapa pribadi-pribadi unggul ini mewaqafkan diri menjadi Relawan Kemanusiaan. Diantara Firman Allah Ta’Ala adalah ;
(QS.4:95)
لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.

Al Hadist
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ, أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً, أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا, أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah engkau menyenangkan seorang muslim, atau engkau mengatasi kesulitannya, atau engkau menghilangkan laparnya, atau engkau membayarkan hutangnya.”

Al Hadist
Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat.
مَنْ مَشٰی فِی عَوْنِ اَخِيْهِ وَمَنْفَعَتِهِ فَلَهُ ثَوَابُ الْمُجَاهِدِينَ فِی سَبِيْلِ اﷲِ.
“Barang siapa yang berjalan dalam rangka menolong dan memberikan manfaat kepada saudaranya maka ia mendapatkan pahala seperti pahalanya Mujahidin di sabilillah”.
مَنْ سَعٰی لِاَخِيْهِ الْمُسْلِمِ فِی حَاجَۃٍ فَقُضِيَتْ لَهُ اَوْ لَمْ تَقْضِ غَفَرَ اﷲ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَاَخَّرَ وَكَتَبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ, بَرَاءَۃٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَۃٌ مِنَ النِّفَاقِ
“Barang siapa yang berjalan dalam rangka membantu kebutuhan saudaranya yang muslim baik kebutuhan/hajatnya terlaksana maupun tidak terlaksana maka Allah mengampuni dosa-dosa yang terdahulu maupun yang akan datang, dan Allah mencatat baginya dua pembebasan, yaitu pembebasan dari neraka dan pembebasan dari nifaq”.

Coba perhatikan Hadist tersebut diatas ; Apa ganjaran yang Allah Ta’Ala berikan kepada orang yang berjalan/keluar rumahnya untuk membantu kebutuhan saudaranya yang muslim, baik terlaksana maupun tidak terlaksana (berhasil/tidak). Maka Allah Ta’Ala mengampuni dosa-dosa yang terdahulu maupun yang akan datang. Dan Allah ta’Ala mencatat baginya dua pembebasan, yaitu pembebasan api neraka dan pembebasan dari nifaq.

Wahai Pribadi yang Unggul ketahuilah, bahwa sesungguhnya diatas dunia ini tidak ada yang pasti. Sekali lagi kami sampaikan dalam menjalankan kehidupan diatas dunia ini tidak ada yang pasti. Seorang mahasiswa ketika kuliah, tidak ada jaminan bahwa ia akan bisa menyelesaikan kuliahnya hingga gelar sarjana bisa diraihnya. Seorang yang berkarir di bidang birokrasi (ASN), juga tidak ada jaminan/kepastian bahwa karirnya akan mulus sehingga bisa mencapai posisi yang tertinggi ditempatnya. Seorang pengusaha jg demikian, tidak ada jaminan ketika ia berusaha dan bekerja siang dan malam mengembangkan usahanya, maka akan sukses.

Ketahuilah wahai pribadi yang unggul, bahwa sesuatu yang pasti dalam hidup ini adalah kematian atau maut. Dan ketika kematian itu datang, tidak mengenal usia, tidak mengenal jenis kelamin, tidak mengenal status sosial seseorang. Bahkan tidak mengenal muslim atau kafir. Maka ketika Ajal atau maut itu tiba, tidak dapat ditunda sesaat pun dan tidak dapat dimajukan sesaatpun. Sebagaimana Firman Allah Ta’Ala berbunyi :
(Qs.7:34)
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٞۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ لَا يَسۡتَأۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ ٣٤
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

Oleh karenanya, kita ingin ketika ajal itu datang kita dalam keadaan beribadah kepada Allah Ta’Ala. Mati atau meninggal dunia dalam keadaan sedang beribadah kepada Allah Ta’Ala. Sedang dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Mati dalam keadaan sedang berbagi dan memberikan manfaat bagi orang lain. Mari kita jadikan BSMI sebagai medan amal, dari medan-medan amal yang ada dalam upaya kita meraih Ridho Allah Ta’Ala. Dan semoga hidayah, keberkahan, perlindungan serta istiqomah dalam berbagi bersama BSMI senantiasa Allah Ta’Ala selalu hadirkan dan menyertai kita semua. Aamiin.

Boleh jadi….
Saat Engkau tidur terlelap Pintu-pintu langit sedang diketuk oleh puluhan Doa kebaikan untukmu. Daripada seorang Fakir yang telah Kau bantu atau seseorang kelaparan yang telah engkau beri makan, atau seseorang yang sedih yang telah kau bahagiakan. Atau seorang yang meninggalkanmu yang telah kau berikan senyuman, atau seseorang yang dihimpit kesulitan yang telah kau lapangkan.

Maka, jangan sekali-kali
Kau remehkan sebuah KEBAIKAN…
(Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Dlm Kitab Miftah Daaris Sa’Aadah).(NK)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Setelah Deklarasi, BSMI Cabang Bengkulu Lanjut Pendidikan Dan Pelatihan Kepemimpinan Serta Mukerwil

Wakil Gubernur Hadiri Rapat Paripurna ke 7, Berikut Isi Nota Penjelasan Raperda Usulan Gubernur Bengkulu