in

Menulis Adalah Simbol Peradaban Islam Sejak Zaman Kenabian

Oleh : Ismail Abdurrahman
Mahasiswa STEI SEBI Depok
Dari Judul Aselinya "Pentingnya Menulis Dalam Islam"

“Ilmu bagaikan hasil buruan, menulis adalah ikatannya”, Imam Syafi’i. Kalimat menjelaskan betapa pentingnya menulis terutamanya menulis ilmu, seorang penulis bisa dikenang selamanya karena karyanya. Termasuk para ulama terdahulu, walaupun jasadnya sudah tidak ada tetapi karyanya masih dikenang hingga saat ini dan mungkin seterusnya.

Islam saat ini, indektik dengan agama yang mundur karena kurangnya keilmuan pada saat ini, tentunya dugaan ini salah karena pada saat ini, kita banyak menemukan karya karya dari seorang muslim. Contohnya, penemu teknologi 4G LTE, Khoirul Anwar dan masih banyak lagi.

Pada sejarahnya juga, umat islam telah mengenal budaya keilmuan saat benua eropa berada masa kegelapan (Dark Ages), pada saat ini para ilmuan muslim mempelajari banyak bidang keilmuan seperti Astronomi, Kimia, Fisika dan lainnya. Dan mereka menulis karya karyanya yang tetapi pada saat ini, karya itu dihilangkan dan diubah oleh dunia barat.

Puncak dari keilmuan islam adalah perpustakaan perpustkaan umum, yang dikenal dengan Darul ulum. Dan pada saat itu, keilmuan islam menjadi kiblat keilmuan di dunia. Tentunya, pada cendekiawan muslim tidak lupa untuk menulis karya mereka agar dapat dipelajari dan menjadi amal jariyah.

Para imam mazhab yang termahsyur juga, menulis ilmu mereka. Lalu kita mengenal kitab shahih bukhori, kitab yang terbukti keshohihnya setelah Al-Quran. Dan kitab itu menjadi rujukan keilmuan pada saat ini, itulah pentingnya menulis dalam islam. Selain itu, kita juga mengetahui sejarah penulisan Al-Qur’an yang dimulai pada masa khalifah Abu Bakr dan selesai pada khalifah Utsman bin Affan, yang kita kenal dengan mushaf Utsmani.

Perintah menulis dalam Al-Quran tidak sebanyak membaca, berpikir, tetapi sedikitnya perintah ini bukan berarti menulis adalah hal sepele dalam islam. Setidaknya, sedikitnya perintah ini menjadikan kita termotifasi untuk menjalankan perintah ini sebagaiman yang dilakukan oleh ulama ulama terdahulu. Mundurnya keilmuan, maka mundur juga peradaban tsb.(NK)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Al-Qur’an dan Membaca

Optimalisasi Zakat Produktif, Dalam Mengentaskan Kemiskinan