in

Pemanfaatan Situasi oleh UMKM

Oleh: Muhammad Syaifullah Syadid 
Mahasiswa STEI SEBI

Pada akhir tahun 2019, dunia digegerkan dengan munculnya virus Corona. Virus yang dapat menular hanya dengan sentuhan fisik ataupun lewat udara melalui orang bersin atau saat orang sedang berbicara yang telah terinfeksi virus yang kadang mengeluarkan sedikit ludah. Itulah kenapa sudah banyak sekali orang yang terinfeksi, karena kurang berhati-hati dalam menyikapi virus pandemi ini. Maka salah satu dampak yang semua orang di seluruh dunia rasakan yaitu turunnya tingkat perekonomian dunia.

Tingkat perekonomian dunia turun mengakibatkan kontraksi hingga 5,2 persen menurut perkiraan Bank Dunia. Turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi ini tentunya berpengaruh terhadap ekonomi di Indonesia, seperti industri RI stagnan, ekspor RI menurun, dan rupiah merosot. Industri yang mengalami stagnasi atau bahkan penurunan akan sangat berpengaruh bagi UMKM yang sudah ada saat ini. Pasalnya dengan kondisi pandemi saat ini, UMKM harus berani mengambil langkah untuk usaha agar bisa bertahan, syukur bisa berkembang lebih besar lagi.

Turunnya pendapatan dari bisnis para UMKM dan diberlakukannya arahan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mengharuskan UMKM untuk berpikir bagaimana menghasilkan pendapatan tanpa harus mengabaikan arahan pemerintah. Maka solusi terbaiknya untuk saat ini yaitu menjalankan bisnisnya dengan metode online.

Banyaknya keunggulan dan keuntungannya bagi pemilik bisnis serta dengan laju kembang teknologi yang sudah sangat memadai untuk saat ini, sehingga menjadikan bisnis online menjadi langkah bagus untuk memperluas jangkauan dari bisnis tersebut, mengingat dimana sekarang era industri 4.0 sedang berlangsung. Dengan modal utama yaitu gadget yang memadai, sudah dapat menjalankan bisnis jual beli dengan bergabung ke berbagai e-commerce yang sudah ada, bekerjasama dengan layanan transportasi dan kurir, atau melakukan marketing melalui media sosial.

Penurunan profit membuat pusing bagi para pelaku UMKM, karena biaya tempat/toko yang harus segera dibayar—kecuali toko yang sudah menjadi hak milik—sedangkan dana untuk biaya tempat/toko tidak mencukupi. Oleh karena itu, dengan merubah haluan bisnis menjadi online sangat menguntungkan, karena tidak perlu adanya sewa toko. Nantinya dana yang sebelumnya untuk sewa toko bisa dialokasikan ke keperluan lainnya. Dan juga keunggulan menggunakan metode online yaitu modal relatif kecil, keuntungan tidak terbatas selama bisa mengelola dengan baik dan memiliki ciri khas, mudah dilakukan, modal yang minim, dan jangkauan pasar lebih luas.

Dengan kondisi yang belum memungkinkan untuk keluar berbelanja dengan bebas, orang-orang lebih memilih belanja dari rumah, karena bisa menghemat waktu dan tenaga, juga menawarkan kepraktisan dalam jual beli. Pembeli juga dapat memilih berbagai kebutuhan barang yang hanya dijual di daerah tertentu tanpa harus datang ke tokonya langsung. Itulah keuntungan yang bisa dirasakan juga oleh konsumen.

Dengan kondisi yang sebenarnya mengkhawatirkan bagi pelaku UMKM, bisa siasati dengan mengubah metode penjualan lewat online. Begitu juga dengan para konsumen, yang saling memiliki keterkaitan dengan UMKM dengan membeli produk-produk dari UMKM baik secara konvensional atau online. Dari uraian paragraf diatas dapat dilihat jika pandemi ini bukan masalah besar bagi UMKM untuk melanjutkan bisnisnya selama bisa memanfaatkan situasi yang mengkhawatirkan menjadi menguntungkan.

Perubahan bisa terjadi tanpa mengenal waktu. Bisa jadi hari ini mendapatkan profit yang berlimpah, dan bisa saja hari-hari selanjutnya mengalami kemerosotan yang bisa berakibat bangkrutnya bisnis, begitu pula sebaliknya. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini, mau tidak mau para pelaku bisnis dituntut harus lebih kreatif dalam menghadapi tantangan ini, jika tidak ada perubahan yang signifikan besar kemungkinan akan mengalami hal yang tidak diinginkan, yaitu kolaps. Semoga UMKM Indonesia bisa bertahan dalam menghadapi pandemi ini.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

New Normal, Bapas Bengkulu Ambil Litmas Dua Cara Online Dan Offline

Strategi Marketing UMKM di Tengah Pandemi Covid-19