in

Penebalan Dinding Rahim Dan Kaitannya Dengan Keganasan; Fakta Atau Mitos ??

Oleh : Dr. Taufik Hidayat Djais, SpOG(K)-Onk (Ahli Tumor Penyakit Kandungan/ Sub divisi Onkologi-Ginekologi RS. M. Yunus/RS. Gading Medika Bengkulu/RS. Argamakmur)

Linkkan.com – There’s an important information that you must know. Girls! Ternyata siklus menstruasi yang tidak teratur dan keterlambatan menstruasi dalam jangka waktu yang lama itu bisa jadi gejala awal penebalan dinding rahim. Atau yang biasa disebut hiperplasia endometrium. Kadang menstruasi yang terjadi terus-terusan dan volume darah yang banyak juga bisa jadi gejala awal dari penyakit ini. Penderita hiperplasia endometrium juga sering menemukan noda-noda darah di pakaian dalamnya.

Kalau semua hal ini cuma dibiarkan aja, malah bakalan muncul gangguan sakit kepala, gampang capek, dan nggak semangat pas lagi beraktivitas. Dampak yang paling parah bagi penderita hiperplasia endometrium adalah susah hamil dan kena anemia berat. Hubungan suami-istri pun jadi terganggu karena perdarahan yang nggak berhenti sama sekali.

Metode yang paling umum digunakan untuk mendiagnosisis penebalan dinding rahim/hiperplasia endometrium dan kanker pada endometrium adalah dengan aspirasi endometrium, dan/atau  juga dikenal sebagai kuretase/biopsi endometrium.

Ketika dilakukan, prosedur tersebut dapat membuat ketidaknyamanan lebih minimal untuk pasien. Selain itu, prosedur ini juga memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang relatif tinggi.

Berikut penjabarannya tentang klasifikasi, penebalan diding Rahim dan kaitannya dengan penyakit kanker :

Berdasarkan  pembagian dari kriteria WHO yg terbaru pembagian hyperplasia endometrium adalah sebagai berikut :

Penebalan dinding rahim/Hiperplasia Endometrium sering kali terjadi pada sejumlah wanita dengan kondisi:

  1. Sekitar usia menopause
  2. Didahului dengan terlambat haid atau amenorea
  3. Obesitas (konversi perifer androgen menjadi estrogen dalam jaringan lemak)
  4. Penderita Diabetes melitus
  5. Penggunaan estrogen dalam jangka panjang tanpa disertai pemberian progestin pada kasus menopause
  6. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Terjadinya penebalan dinding rahim biasanya cuma bisa diketahui oleh dokter setelah melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Tapi, untuk memastikannya perlu juga dilakukan kuretase. Hasil kuretan dinding rahim nantinya akan dikirim ke bagian patologi anatomi untuk didiagnosa lebih lanjut. Jadi setiap perempuan yang mengalami penebalan diding Rahim berulang harus waspada dan rajin konsultasi ke dokter kandungan terdekat terlebih lagi apabila ada faktor resiko.

Contoh kasus: Bulan Agustus 2019,,Ny. A, 45 tahun datang dengan keluhan perdarahan dari kemaluan, setelah di usg oleh dokter kandungan didiagnosa dengan hyperplasia endometrium,,, setelah didapatkan hasil PA: endometrioid carcinoma (kanker ovarium) kemudian pasien dilakukan operasi pengangkatan Rahim ,,dengan stadium 1A. Saat kondisi pasien sehat dengan kontrol rutin.

kanker endometrium stadium IA.

Semoga bermanfaat info sehatnya terima kasih.(NK)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Pra-Launching BSMI Cabang Bengkulu, Berikan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Pengunjung Milad Komunitas UMKM Sunmor Ke-3

Dadida-An Tempat Nongkrong Nyaman Kekinian, Untuk Semua Kalangan