in

Prinsip Manajemen Bisnis Syariah

Perbuatan manusia menurut pendekatan syariah dapat berbentuk perbuatan ibadah dan dapat berbentuk perbuatan mu’amalah. Suatu perbuatan ibadah pada asal nya tidak boleh dilakukan kecuali ada dalil atau ketentuan yang terdapat pada al-Qur’an dan Hadist, yang menyatakan bahwa perbuatan itu harus atau boleh dilakukan kecuali ada dalil atau ketentuan yang terdapat dalam al-Qur’an dan Hadist yang melarang nya.

Bisnis syariah merupakan implementasi dari aturan syari’at Allah. Sebenarnya bentuk bisnis syariah tidak jauh berbeda dengan bisnis pada umum nya, yaitu memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Namun aspek syariah inilah yang membedakan dengan bisnis pada umum nya, bisnis syariah selain mengusahakan bisnis juga menjalankan syariat dan perintah Allah dalam hal bermuamalah.

Tujuan bisnis tidak hanya mencari keuntungan materi, tetapi harus dapat memberikan keuntungan dan manfaat baik bagi pelaku bisnis sendiri maupun pada lingkungan masyarakat lebih luas. Islam sebagai agama rahmatan lil Alamin (memberi rahmat bagi seluruh alam) telah menjadi nilai didalam berbagai sisi hingga pencapaian suatu usaha dalam bisnis islam, memberikan sesuatu untuk memakmurkan bumi dan seisinya sesuai dengan yang diinginkan Allah SWT.

Apapun kegiatan bisnis yang dijalankan oleh setiap manusia dan adanya kegiatan pada aktivitas bisnis tersebut, para pelaku bisnis harus mematok orientasi keberkahan ini menjadi visi bisnis nya, agar senantiasa dalam kegiatan bisnis selalu berada dalam kendali syariat dan diraihnya keridhoan Allah SWT. Ada empat prinsip dalam ilmu ekonomi islam yang harus diterapkan dalam bisnis syariah, yaitu :

  • Ketuhanan/Tauhid

Berdasarkan kepada prinsip tauhid ini, maka pelaksanaan hukum islam adalah ibadah dan penyerahan diri manusia kepada Allah sebagai rasa syukur kepada nya. Begitupun dalam hal nya berbisnis, melaksanakan bisnis apabila dilandasi aturan dan syariat, maka hal tersebut merupakan suatu ibadah. Dengan adanya konsep tauhid ini, seorang muslim tidak akan menimbun kekayaan dan serakah karena pada hakikat nya itu semua amanah dari Allah.

  • Keadilan dan Keseimbangan

Hukum syariah mewajibkan kita menegakkan keadilan, kapan dan dimanapun. Semua perbuatan harus dilakukan dengan adil, keseimbangan merupakan konsep yang menunjukan adanya keadilan sosial bagi sesama pelaku bisnis.

  • Kebebasan

Kehendak bebas adalah prinsip yang mengantarkan seorang yang menyakini bahwa Allah memiliki kebebasan mutlak. Seorang muslim yang baik adalah yang mampu menggunakan kebebasan itu dalam rangka penerapan tauhid dan keseimbangan, sehingga kehendak kebebasan itu harus sejalan dengan kemaslahatan kepentingan individu terlebih lagi pada kepentingan masyarakat luas.

  • Tanggung Jawab

Prinsip ini lahir sebagai akibat atau konsekuensi dari prinsip kebebasan, kita bebas melakukan apapun tapi kita pula harus ingat bahwa setiap pilihan yang kita jalani memiliki unsur penanggung jawaban nya.

Dengan demikian tujuan berbisnis yang sesungguhnya adalah dalam rangka beribadah kepada Allah dan termotivasi untuk memperoleh ridha, pahala, dan barakah dari Allah. Oleh karena itu, ibadah yang berdimensi vertical ke dalam ibadah yang berdimensi horizontal yang harus dijalankan dengan cara yang sesuai syariat nya dan sunnatullah.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Tips Menghadapi New Normal Saat Pandemi Covid-19

Pentingnya Manajemen Pada Bisnis Syari’ah