in ,

kerenkeren sukasuka

Refleksi Hari Soempah Pemoeda! Abdi Negara, Ini Dia Jalan Ninjaku

Oleh: Hesih Permawati
ASN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Alumni ASN Academy Batch I Pemimpin.id
Tangkapan Layar IG @hesih_permawati

Sebagai pemuda, jika ditanya apa kontribusimu hari ini untuk kemajuan bangsa? Jawaban dari kita pastinya akan sangat beragam. Tentunya ada seribu jalan untuk mengabdi dan berbakti pada negeri ini, kawan!

Peran pemuda dalam sejarahnya memperjuangkan kemerdekaan tak perlu dinafikkan. Siapa yang tak kenal Wikana? Tokoh pemuda yang mendesak Bung Karno untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia setelah mendengar kekalahan Jepang melawan sekutu pada 14 Agustus 1945. la, Chaerul Saleh, Sukarni dan pemuda-pemuda lainnya berperan besar mewujudkan kemerdekaan yang hari-hari ini kita nikmati.

Perjuangan pemuda hari ini tentunya tak seperti para pahlawan kita dahulu, yang identik dengan perjuangan di medan perang melawan penjajah demi merebut kemerdekaan. Di zaman yang semakin berkembang ini, maka bentuk perjuangan semakin kompleks dan beragam.

Ada yang berjuang menjaga kedaulatan bangsa di garda terdepan, ada yang berjuang dengan memberdayakan sesama melalui berbagai gerakan, dan ada pula yang berjuang dengan pemikirannya merumuskan kebijakan. Semua dari kita tentunya sedang berjuang, kawan! Jalan ninja kita mungkin berbeda, tapi ku yakin tiap-tiap dari kita semuanya sedang berjuang dengan caranya masing2.

Kita sepakat bahwa makna sumpah pemuda adalah tentang kesatuan dan persatuan. Jika kita cermati lebih jauh, maka makna kesatuan ini berkaitan erat dengan kata kolaborasi dalam konteks hari ini. Dimana gerakan kebaikan dan kebermanfaatan akan lebih baik jika dilakukan bersama-sama, sehingga bisa saling menopang dan menguatkan. Dengan demikian, harapannya semakin panjang perjalanan pergerakan dan semakin luas pula kebermanfaatan yang dapat ditebarkan.

Menjadi abdi negara adalah jalan ninjaku! Kalo kamu?

The last but not least, saya akhiri caption ini dengan kutipan berikut: “Bila kaum muda yg telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar utk melebur dgn masyarakat yg bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita2 yg sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan.” (Tan Malaka)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Jalan Ke Kantor Mulus, Kadis PUPR: Pelayanan Publik ASN Benteng Harus Semakin Bagus

Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Dinobatkan Sebagai Rising Star of Democracy 2020 Versi Media Teropong Senayan