in

Relawan Bencana, Memang Beda

Oleh: Nindyo Kusmanto,A.Md, S.Ag
Pengurus & Relawan YAKESMA & BSMI Cabang Bengkulu
Ninsyo Kusmanto

Sudah menjadi karakter manusia ingin menjadi sesuatu yang berbeda dengan yang lain. Dalam bentuk dan kondisi apapun. Dari segi jabatan dan kedudukan ia ingin lebih tinggi. Dari segi harta dan kepemilikan aset ia ingin lebih banyak dari yang lain. Dari segi kepopuleran ia ingin lebih populer dari siapapun. Dan dari segi kecantikan dan ketampanan ia ingin lebih sempurna dari yang lainnya. Intinya ingin menjadi sesuatu apapun lebih dari yang lainnya.

Dok Yakesma Kalsel

Inilah salah satu fitrah manusia yang Allah Ta’Ala tanamkan pada diri setiap orang. Baik dia sebagai orang yang beriman maupun seseorang yang masih dalam kekafirannya.

Karena memang, Allah Ta’Ala menjadikan baik dan indah bagi manusia memandang kehidupan ini. Sebagaimana Firman Allah Ta’Ala berbunyi ;

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran [3]: 14)

Ayat tersebut memberikan pesan kepada kita bahwa kecintaan kepada apa yang menjadi sarana hidup didunia ini adalah hal yang wajar dan sah-sah saja. Namun akan menjadi lain jika semua yang diinginkan dan dicintai tersebut, lebih mendominasi dalam mengisi kehidupan kita sehari-hari.

Yang menyebabkan kita menjadi hamba dan budak dunia, lalai dan lupa akan hakekat kehidupan diatas dunia ini adalah hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’Ala. Sebagaimana dalam Firman-NYA yang berbunyi :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS.51:56).

Ditengah kondisi seperti sekarang ini dimana sebagian besar manusia dimuka bumi lebih agresif dalam mencari nafkah atau materi hanya untuk pemenuhan kepuasan hawa nafsunya pribadi, bahkan mereka sangat kikir untuk berbagi satu dengan yang lainnya.

Justru kita menemukan sekelompok minoritas manusia yang menggadaikan dan mewakafkan dirinya untuk peduli dan membantu orang lain yang sedang menghadapi berbagai musibah. Baik itu musibah disebabkan karena bencana alam, atau karena faktor manusianya. Ini mereka lakukan hanya untuk mendapatkan keridhoan dari Allah Ta’Ala.

Merekalah yang dikenal dengan nama RELAWAN KEMANUSIAAN, dengan berbagai nama lembaga dan institusi yang memayunginya. Baik mereka yang bernaung dibawah lembaga atau institusi Relawan Kemanusiaan yang bergerak di bidang Medis atau Kesehatan, seperti BSMI, ACT. Atau yang bergerak dibidang ZISWAF seperti Yakesma, IZI, HI, Dompet Duafa’, Lazmuh dan lain-lainnya.

Relawan Kemanusiaan adalah orang-orang yang selalu siap untuk membantu siapa pun ketika sedang menghadapi bencana alam atau musibah. Tanpa memandang status sosial, agama dan latarbelakang yang akan ia bantu.

Mereka yang bekerja siang dan malam, sepenuh tenaga dan pemikiran tanpa dibayar oleh pihak manapun dan mengharapkan balasan apapun dari manusia. Membantu orang lain dengan sebuah kesadaran dan keyakinan, bahwa sesungguhnya apa yang dilakukannya untuk kemanusiaan.

Yakesma Kalsel

Sebuah pemahaman dan keyakinan sekecil apapun peran dan bantuan yang diberikannya tidak ada yang sia-sia dimata Allah Ta’Ala. Mereka menyakini setiap kebaikan yang dilakukannya, akan berbuah kebaikan untuknya juga. Sebagaimana Firman Allah Ta’Ala berbunyi

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. (QS.17:7)

Dan Hadist Rasulullah Saw :
خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani ).

Pesan yang ingin disampaikan dalam Ayat Qur’an dan Hadist tersebut adalah, kebaikan-kebaikan apapun yang kita lakukan, termasuk dalam membantu orang-orang yang sedang kesulitan, kesempitan dalam kehidupannya, apalagi dalam kondisi bencana alam, maka Allah Ta’Ala tidak akan menyia-yiakannya.

Allah Ta’Ala akan membalas semua kebaikan-kebaikan tersebut. Baik balasan tersebut dibalas segera atau entah kapan Allah Ta’Ala akan membalasnya yang seorangpun tidak dapat mengetahuinya. Yang pasti setiap amal kebaikan pasti akan mendapatkan ganjaran baik ketika masih hidup didunia, maupun nanti setelah diakhirat.

Dan dalam hadist yang lain Rasulullah Saw bersabda :

pada suatu hari Rasulullah Saw ditanya oleh sahabat beliau: “Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah dan apakah perbuatan yang paling dicintai Allah? Rasulullah Saw menjawab:

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain. Sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesusahan orang lain, atau melunasi utang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjidku ini selama satu bulan.” (HR. Thabrani).

Perhatikan pada kalimat akhir dihadist tersebut diatas, ” berjalannya seseorang untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf dimasjidku ini selama satu bulan.”

Ketahuilah satu kali saja kita berkesempatan sholat di Masjid Nabawi, nilainya lebih baik dari 1000 shalat diMasjid lain. Nah bayangkan ganjaran atau balasan bagi orang yang membantu orang lain dalam kesulitan lebih besar pahalanya beri’tikaf selama satu bulan penuh diMasjid Nabawi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجْدَ الْحَرَامَ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394, dari Abu Hurairah)

MasyaAllah sungguh luar biasa balasan atau ganjaran yang Allah berikan.

Ganjaran yang Allah Ta’Ala berikan kepada orang-orang yang melakukan amalan kebaikan, disamping nanti balasan diakhirat, didunia bisa bentuknya berupa ketenangan dalam hidupnya. Memiliki kehidupan keluarga yang rukun dan damai. Istri dan anak-anak yang sholeh dan sholeha. Usaha yang berjalan lancar dan terus berkembang. Diberikan kesehatan, serta bisa jadi ganjaran yang Allah Ta’Ala berikan berupa kenikmatan dalam beribadah kepada-NYA.

Dan semua ini hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang terlibat dalam amal-amal kebaikan dalam bentuk apapun.

Disamping itu juga, keutamaan aktifitas sebagai Relawan Kemanusia memiliki nilai tersendiri disisi Allah Ta’Ala. Karena ketika seseorang keluar rumah untuk membantu orang lain (saudaranya) yang sedang dalam kesulitan dan kesempitan, maka selama dalam perjalanannya hingga dia kembali pulang dinilai sebagai orang yang sedang berjihad fii sabiilillah.

Selain itu, memberikan bantuan juga dapat menolak bala, sebagaimana dinyatakan, “Sedekah itu dapat menolak tujuh puluh pintu bala.” (HR Thabrani).

Pertolongan Allah kepada seseorang juga tergantung pada pertolongan yang dilakukannya antar manusia. “Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang lain.” (Hadits Muslim, Abu Daud Dan Tirmidzi).

Seorang Muslim hendaknya berupaya menghilangkan kesulitan atau penderitaan Muslim lainnya. Bila seorang Muslim membantu Muslim lainnya dengan ikhlas, maka Allâh Azza wa Jalla akan memberikan balasan terbaik yaitu dilepaskan dari kesulitan terbesar dan terberat yaitu kesulitan pada hari Kiamat. Oleh karena itu, seorang Muslim mestinya tidak bosan membantu sesama Muslim. Semoga Allâh Azza wa Jalla akan menghilangkan kesulitan kita pada hari Kiamat.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أُدْنِيَتِ الشَّمْسُ مِنَ الْعِبَادِ حَتَّى تَكُوْنَ قِيْدَ مِيْلٍ أَوِ اثْنَيْنِ ، فَتَصْهَرُهُمُ الشَّمْسُ ، فَيَكُوْنُوْنَ فِـي الْعَرَقِ بِقَدْرِ أَعْمَالِهِمْ ؛ فَمِنْهُمْ مَنْ يَأْخُذُهُ إِلَـى عَقِبَيْهِ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَأْخُذُهُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَأْخُذُهُ إِلَى حِقْوَيْهِ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ إِلْـجَامًا.

Apabila hari Kiamat telah tiba, matahari didekatkan kepada hamba-hamba hingga sebatas satu atau dua mil. Kemudian (panas) matahari membuat mereka berkeringat lalu mereka terendam dalam keringat sesuai dengan perbuatan mereka. Diantara mereka ada yang terendam hingga kedua tumitnya, ada yang terendam hingga kedua lutut, ada yang terendam hingga pinggangnya, dan di antara mereka ada yang terendam sampai ke mulutnya hingga ia tidak bisa bicara.

Sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , yang maknanya, “Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang kesulitan maka Allâh Azza wa Jalla memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.”

Demikianlah diantara keutamaan dan ganjaran sebagian kecil yang akan didapatkan oleh orang-orang yang senantiasa memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang yang sedang membutuhkan. Dan berbahagialah kita jika sekarang masih berada dalam lingkaran amalan-amalan kebaikan tersebut, termasuk sebagai Relawan Kemanusiaan.

Karena tidak semua orang Allah Ta’Ala gerakkan hatinya untuk menjadi seorang Relawan Kemanusia. Dan ini tentunya orang-orang pilihan. Dan kita salah satu yang telah dipilih-NYA untuk tetap berada dalam amalan kebaikan tersebut. Maka bersyukurlah.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Seluruh Anggota DPRD PKS se-Bengkulu Potong Gaji untuk Bencana Sulbar

Jangan Pernah Merasa Lelah, Berbuat Baik Di Dunia Saudaraku