in

ROEMAH KREATIF BENGKOELOE (RKB): KECEMASAN VS KETENANGAN (Upaya Menjaga Imunitas Tubuh Seri.2)

Oleh: Nindyo Kusmanto,S.Ag
(Ketua Tim Satgas COVID-19 RKB Wilayah Provinsi Bengkulu, Pengurus & Relawan Kemanusiaan BSMI Bengkulu)

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh. Alhamdulillah Allahumma Sholli a’la Muhammad. Ayah Bunda, Adik Sanak, Sahabat sekalian Semoga kita semua senantiasa dalam Hidayah, Perlindungan, Kesehatan, Maghfirah-NYA, dimurahkan Rezekinya, dilancarkan segala jurusannya, serta dalam Keberkahan Allah Ta’Ala. Aamiinn ya Mujibassaailiin.

Siapa yang tidak merasa cemas melihat dimasa Pandemi COVID-19 ini, jumlah yang terpapar atau terkonfirmasi positif COVID-19 semakin meningkat tajam jumlahnya. Baik yang berada dirumah sakit rujukkan maupun yang Isolasi mandiri dirumah (ISOMA).

Diawal-awal Pandemi ini, sebagian kita merasa aman-aman saja. Karena sebagian besar yang terkonfirmasi positif COVID-19 bukan orang-orang terdekat kita.

Namun sekarang justru yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu adalah kita sendiri. Orang-orang dekat kita, keluarga kita, sahabat dan teman kerja kita. Dan tidak sedikit warga yang tinggal disekitar rumah kita pun sudah terpapar COVID-19.

Diantara mereka yang terpapar ini, sebelumnya juga memiliki sikaf dan pandangan yang berbeda terhadap Pandemi COVID-19. Ada yang beranggapan apa yang terjadi ini adalah akibat dari rekayasa dan Konspirasi global. Jadi tidak perlu terlalu serius untuk menanggapinya. Ini ada motif politik, ekonomi, demografi, agama, dan lain-lain.

Sedangkan sebagian lain menilai dan beranggapan bahwa Pandemi COVID-19 adalah hal yang natural terjadinya. Sesuatu yang memang terjadi secara alamiah. Bukan karena rekayasa dan harus dihadapinya juga dengan serius.

Terlepas dari dua pendapat tersebut mana yang tepat dan benar, yang pasti dampak dari covid.19 terus memakan korban. Jumlah yang terkonfirmasi positif semakin banyak. Tentu yang tergolong OTG (Orang Tanpa Gejala) juga diprediksi jumlahnya berkali lipat, bahkan sudah tidak terkendali.

Melihat dan membaca kondisi ini, bagaimana sikap kita sebagai orang yang beriman kepada Allah Ta’Ala…?

Tentu kita harus dan bahkan wajib melibatkan Allah Ta’Ala dalam segala hal. Termasuk berkaitan dengan menghadapi COVID-19. Bahwa sesungguhnya apa pun yang terjadi diatas dunia ini, bahkan pada diri kita tidak akan terjadi tanpa persetujuan dan keridhoan Allah. Sebagaimana Firman Allah Ta’Ala dalam Al Qur’an :

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23)

Artinya: “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”(QS.Al Hadid: 22-23).

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At Thaghabun :11).

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagiaan dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS.Al Araf:96).

Ayah Bunda, Adik Sanak, Sahabat sekalian yang dirahmati Allah Ta’Ala. Cukup hanya dengan Firman Allah Ta’Ala ini seharusnya kita bisa menilai dan membaca keadaan atau peristiwa, apapun bentuk kejadiannya.

Sudah sangat terang benderang informasi yang Allah Ta’Ala berikan kepada kita semua yang mengaku beriman kepada-NYA.

Baik itu kejadian yang menyenangkan manusia, atau sebaliknya yang memberikan kemudharatan bagi manusia. Suka tidak suka, siap tidak siap, semua atas persetujuan Allah Ta’Ala. Termasuk kita, saudara-saudara kita, bahkan siapapun tanpa memandang status sosial, ekonomi, usia yang terpapar COVID-19 adalah atas kehendak Allah Ta’Ala.

Allah Ta’Ala tahu dan tidak akan salah ketika memberikan ujian atau cobaan kepada hambanya. Cobaan atau ujian tersebut tidak akan melewati batas-batas kemampuan hambanya.

Dan sesungguhnya cobaan dan ujian tersebut merupakan tanda Allah Ta’Ala mencintai kita. Karena setiap orang yang mengakui beriman kepada-NYA pasti diuji. Sebagaimana umat-umat terdahulu.

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ

Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. 2:155).

Setiap ujian dan cobaan ada hikmah yang bisa diambil. Sebagaimana yang sudah penulis sampaikan pada tulisan Seri.1.

Status terkonfirmasi positif, bukanlah akhir dari segala-galanya. Ini hanya salah satu dari sekian banyak cara Allah Ta’Ala mencintai kita.

Bagi yang selama ini jauh dari kedekatannya dengan Sang Khaliq, bahkan sama sekali melupakannya maka ini cara Allah Ta’Ala, menegur dan mengingatkan kita kembali. Bahwa sesungguhnya yang selama ini membuat kita sibuk dengan urusan dunia, semua yang kita kejar dan kita cari tersebut tidak akan bisa membantu dan menolong kita. Dan ketika kita menyadari hal ini, dikala kita sakit, bersyukurlah Hidayah dan Kesempatan untuk bertaubat masih diberikan. Walau hanya dengan sepenggal kalimat. ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM. Ya Allah Ampunilah Hamba-MU ini.

Dan tidak sedikit juga dari yang terkonfirmasi positif COVID-19, adalah orang-orang yang Sholeh disekitar kita. Mereka yang selama ini menghabiskan waktunya untuk berdakwah dalam menjaga agama dan membina umat. Bahkan sudah banyak yang kembali kesisi Rab-NYA.

Pesan yang bisa kita ambil dari kejadian berpulangnya orang-orang yang Sholeh ini diantaranya adalah, Allah sangat mencintai mereka. Allah Ta’Ala menginginkan mereka dalam akhir kehidupannya dalam kondisi Husnul Khotimah. Karena mereka diakhir kehidupannya berada dalam putaran kebaikan (dakwah).

Ayah Bunda, Adik Sanak, Sahabat sekalian. Marilah kita berdamai dengan Allah Ta’Ala. Apa pun situasi, kondisi yang sedang kita alami dan hadapi, semua dalam keridhoan Allah Ta’Ala.

Dalam hal ini, hindari berkeluh kesah, menyalahkan keadaan, defresi, prustasi. Karena hanya akan menambah Imunitas tubuh semakin lemah. Dan upaya pemulihan semakin lama.

Berusaha dan belajarlah untuk ikhlas, berlapang dada dengan apa yang sedang dialami. Karena dengan Keikhlasan didasarkan atas kefahaman. In sha Allah akan memberikan ketenangan. Hati dan jiwa yang tenang akan memberikan dampak pada semakin membaiknya Imunitas Tubuh, dan ini sudah setengah dari proses penyembuhan tersebut.

Perbanyaklah mengingat Allah Ta’Ala, karena dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang. Sebagaimana Firman Allah Ta’Ala :

اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوۡبُهُمۡ بِذِكۡرِ اللّٰهِ‌ ؕ اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.(QS. Ar Ra’d:28)

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan orang-orang yang mendapat tuntunan-Nya, yaitu orang-orang beriman dan hatinya menjadi tenteram karena selalu mengingat Allah. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram dan jiwa menjadi tenang, tidak merasa gelisah, takut, ataupun khawatir. Termasuk tidak khawatir lagi atas apa yang sedang dialaminya.

Karena sesungguhnya Kecemasan itu adalah fitrah manusia, namun upaya agar tetap Tenang itu adalah Kebutuhan Manusia.

Ya Allah Ampunilah segala Dosa-dosa Kami. Baik yang disengaja, maupun yang tidak disengaja. Baik yang lahir maupun yang Bathin.

Ya Allah, Engkaulah yang Maha Penyembuh. Angkat dan Sembuhkankah Kami dan saudara-saudara Kami yang sedang sakit. Berikanlah Kesembuhan kepada Kami maupun saudara-saudara Kami dengan Kesembuhan yang Sempurna.

Ya Allah Kabulkan lah Do’a dan Permohonan Kami, karena sesungguhnya Engkau Maha Pengabul Doa. Aamiinn ya Mujibassaailiin.

Demikian, Barakallahu fiikum.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh

Nindyo Kusmanto,S.Ag
Ketua Tim Tanggap COVID-19
RKB Wilayah Bengkulu

Pengurus & Relawan Kemanusiaan
BSMI BENGKULU.

MARI JAGA IMUNITAS TUBUH & TAAT PROTOKOL KESEHATAN.

DISIPLIN DGN 6M

  1. Memakai Masker
  2. Menjaga Jarak
  3. Mencuci Tangan
  4. Menghindari
    Kerumunan
  5. Mengurangi Mobilitas.
  6. Menghindari Makan
    Bersama

MENJAGA IMUNITAS

  1. Membaca Al Qur’an
  2. Mencukupi Nutrisi
  3. Cukup Istirahat
  4. Berpikir Positif
    (Tenang & Tdk Setress)
  5. Olahraga Teratur
  6. Berjemur 15 menit jam
    10 pagi.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

BERBAHAGIALAH KARENA KITA MASIH PUNYA ALLAH TA’ALA (Upaya Menjaga Imunitas Tubuh. Seri.1)

Bengkulu Kehilangan Tokoh Anti Korupsi Sekaligus Ustadz