in

Semua Grup WA Anda Penuh Info Covid-19, Ini Kata Dokter Spesialis Kejiwaan

Linkkan.com – Hari-hari ini apakah Grup Whatsapp (WA) di Smartphone kita dipenuhi oleh informasi tentang Covid-19 ?. Berikut tweet dari Dokter Spesialis Kejiwaan.

Tangkapan Layar twitter @mbahndi

Dr. Andri, SP.Kj.FAPM melalui akun twitternya @mbahndi menuliskan pada hari ini senin (23/03) pukul 09.46 WIB.

“Masa saat ini ketika kita membaca berita atau cerita tentang gejala virus #corona atau #COVID19 dan tiba2 kita merasa tenggorokan kita agak gatal, nyeri dan merasa agak sedikit meriang walaupun suhu tubuh normal…ITU WAJAR…Reaksi psikosomatik tubuh saat ini memang terasa” kemudian dilanjutkan twit selanjutnya.

“Salah satu yg membuat reaksi ini bisa timbul adalah KECEMASAN kita yang dipicu oleh berita-berita yang terus menerus terkait #COVID19 ini. Amygdala atau pusat rasa cemas sekaligus memori kita jd terlalu aktif bekerja, akhirnya kadang dia tidak sanggup mengatasi kerja berat itu” .

“Amygdala yg bekerja berlebihan ini juga mengaktifkan sistem saraf otonom secara berlebihan, kita jd selalu dalam kondisi FIGHT or FLIGHT atau siaga terus menerus. Ketidakseimbangan ini yg membuat gejala psikosomatik muncul sbg suatu reaksi untuk siap siaga menghadapi ancaman.”

Twitt ini langsung menuai reaksi cepat dari nettizen, bukan saja melakukan retweet tapi banyak juga yang langsung berkonsultasi, misalnya.

Akun @putrikhilda menanayakan, “Adakah cara membedakan gejala psikosomatik dengan gejala yang sesungguhnya dok?🙏” dan langsung dijawab oleh dokter Andi, “ada bbrp hal yg biasanya dikaitkan dgn gejala psikosomatik, gejala hilang timbul, tdk terus menerus, berpindah2 gejalanya, pemeriksaan objektif bisa dilakukan pd kondisi spt sekarang ingat klo ada demam tinngi, batuk pilek dan sesak nafas lebih baik segera ke RS” . Dan tentu masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang muncul.

Dari pantauan linkkan.com tweet ini hingga berita ini diturunkan sudah mendapatkan 34k retweet dan 52k like dari nettizen republik twitter.

Dan dokter Andri, Sp.KJ, FAPM yang merupakan seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang bergabung dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, The American Psychosomatic Society (APS), dan The Academy of Psychosomatic Medicine (APM). Saat ini beliau berpraktek di Rumah Sakit Omni Alam Sutera sebagai Dokter Jiwa. Dokter Andri, Sp.KJ, FAPM menyelesaikan pendidikan Kedokteran Umum (2003) dan Spesialis Kedokteran Jiwa (2008) di Universitas Indonesia. Adapun layanan yang diberikan oleh dr. Andri, Sp.KJ, FAPM meliputi, Pemeriksaan Medis Kejiwaan, menutup twittnya sebagai berikut.

“Salah satu cara kita untuk mengurangi gejala psikosomatik akibat amygdala kita yg terlalu aktif ini adalah mengurangi dan membatasi informasi terkait dgn #COVID19 ini. Lakukan hal lain selain browsing, lakukan hobi yg menyenangkan&sebarkan optimisme kita bisa lewati semua ini” .(IH)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Kelapangan Hati Korban Kunci Sukses Diversi, Pelaku Pencurian Sebabkan Warung Terbakar Dimaafkan

Tolak Rapid Test Khusus Anggota DPR Dan Keluarga, PKS: Prioritaskan Masyarakat