in

Siap-siap Januari 2021 Sekolah Offline Dibuka, IDAI: Persiapkan Hal Berikut Ini

Linkkan.com – Menteri Pendidikan Indonesia Nadiem Makarim melalui siaran persnya menyampaikan persiapan membuka sekolah secara offline pada Januaru 2021. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) langsung merespon melalui pernyataan resmi, meminta pemerintah bersama masyarakat memperhatikan semua poin pada “Pendapat Ikatan Dokter Anak Indonesia Mengenai Rencana Transisi Pembelajaran Tatap Muka.”

Dok IDAI

“Didapatkan berbagai laporan selama pandemi berlangsung tentang meningkatnya tingkat stres pada anak dan keluarga, perlakuan salah, pernikahan dini, ancaman putus sekolah, serta berbagai hal yang juga mengancam kesehatan dan kesejahteraan anak yang secara um di alam di negara-negara berkembang. Hal ini juga membutuhkan perhatian dan penanganan khusus oleh seluruh pihak.” tulis IDAI dalam pengantar sikapnya.

Pendapat tertulis IDAI yang ditandatangai oleh ketua dan sekretarisnya tertanggal (01/12). Berisi dua belas poin panduan menghadapi sekolah offline bagi masyarakat.

Sementara itu Relawan BSMI yang juga Ketua Tanggap Darurat COVID-19 Rumah Kreatif Bengkulu (RKB) Nindyo Kusmanto menyampaikan tanggapannya terhadap kondisi sekolah yang semi offline saat ini, dan rencana pemerintah offline tahun depan.

“Kalo melihat kondisi saat ini yang sedang berjalan proses belajar offline, dengan sistem masuk bergantian mulai dari TK hingga SMA kondisinya masih jauh dari disiplin menerapkan protokol kesehatan. Memang ada yang menggunakan masker namun diantara mereka tidak ada jaga jarak satu dengan yang lainnya. Sehingga harapan untuk upaya memutuskan mata rantai penularan COVID-19 dirasa sangat sia-sia. Jadi dengan kondisi seperti ini potensi untuk timbulnya claster baru yaitu claster pendidikan semakin besar.” ujarnya.

Nindyo kemudian menambahkan, “Oleh karena itu jika ada kebijakkan pemerintah untuk mengaktifkan kembali proses belajar mengajar dibukan Januari, agar dapat ditinjau kembali atau ditunda dulu hingga waktunya dirasa kondisinya lebih baik. Dalam hal ini menyelamatkan jiwa anak didik dan para penyelenggara proses pendidikan lebih utama. Jangan sampai hanya untuk memenuhi tuntutan segelintir orang, tapi berdampak kepada keselamatan jiwa orang banyak. Inikan diberlakukannya bukan permanen tapi sementara hingga Pandemi COVID-19 menjadi lebih berkurang dan dirasa aman.” tutupnya.(NK)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Waspada Cluster Pilkada, Dua Tokoh Ini Ingatkan Pemerintah

Polling Debat Terakhir Kandidat Cagub-Cawagub Provinsi Bengkulu, Siapakah “Top Performance” Versi Linkkizen ?