in

Sociopreneur Sebagai Model Bisnis Kekinian, Untung Dunia Dan Akhirat…Amiin

Oleh : Aulia Fitriah

Mahasiswi STEI SEBI Depok

Diubah dari judul aselinya “Makna sebuah Sociopreneur”

@auliafitriahh98

Linkkan.com – “Sebuah bisnis yang hanya menghasilkan uang adalah bisnis yang miskin” Lho ko bisa? Ungkapan paradoks dan pionir mobil kelas menengah Amerika, Henry Ford ini sangat beralasan. Melalui misi sociopreneurship “ semua orang bisa beli mobil”, Ford motor company cepat melesat kala itu.

Social enterpreneur hadir sebagai pihak yang akan membantu masyarakat dalam perekonomiannya. Para socio enterpreneur menciptakan dan memimpin organisasi, untuk menghasilkan laba ataupun tidak, yang ditunjukan sebagai katalisator perubahan perubahan sosial dalam tataran sistem melalui gagasan baru, produk, jasa, metodologi, dan perubahan sikap.

Banyak sekali peranan sang sociopreneur dalam kehidupan masyarakat. Mereka membuat meningkatkan pendapatan masyarakat, mengatasi kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, memanfaatkan sumber daya ekonomi untuk mencapai produktivitas masyarakat, mengusahakan pemerataan pendapatan, hingga memajukan pertumbuhan ekonomi.

Orang terkaya didunia dan pendiri microsoft, Bill Gates membiarkan produknya dibajak oleh seluruh dunia. Apa yang terjadi? Impiannya menjadikan setiap rumah punya komputer dan windows menjadi kenyataan. Kini Gates mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation yang merupakan yayasan terbesar dunia.

Ada hal mendasar yang menjadi persamaan dari mereka, yaitu sociopreneur mereka menghubungkan dua tujuan utama, mengejar profit dan social impact. Penelitian Harvard University menunjukan perusahaan terbaik adalah yang berbasis sociopreneur dan sebaliknya yang hanya mengejar profit berada di peringkat terbawah.

Selain mencari keuntungan financial sociopreneur berorientasi memberi manfaat pada banyak orang, spirit yang dibangun adalah mengembangkan komunitas agar lebih berdaya . prinsipnya, banyak memberi, banyak menerima. Itulah rumus yang digunakan dan diyakini oleh para sociopreneur.

Untuk menjadi seorang sociopreneur tak perlu modal besar. Bisa dimulai dari hal kecil dari sumber daya yang ada salah satunya adalah optimal social capital yaitu kemampuan dasar dari setiap individu seperti kemampuan berkomunikasi. berjejaring sosial, berbisnis, menulis, dan lain-lain.

Bagaikan kemampuan-kemampuan itu pada banyak orang dan kembangkan peluang income generating di dalamnya. Selain itu, bentuk program sosial dari perusahaan sebetulnya tak terbatas. Seperti yang dilakukan Atap Yatim Bina Attaufiq salah satu pesantren Tahfidz Qur’an gratis untuk kaum yatim dan Dhuafa. Sebagai sarana mendekatkan dan merangkul anak yatin dan kaum duafa semakin banyak yang bisa merasakan nikmatnya menuntut ilmu.(NK)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Ramai Dan Untung, Dampak Positif Wisata Curug Bagi Warga Desa

Al-Qur’an dan Membaca