in

Strategi Bisnis Ala Rasulullah

Oleh : Nurussalma Muthmainnah

Linkkan – Kondisi ekonomi mengikuti kondisi sosisal, yang bisa dilihat dari jalan kehidupan pada zaman nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Perdagangan merupakan sarana yang paling dominan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jalur-jalur perdagangan tidak bisa dikuasai begitu saja kecuali jika kita sanggup memegang kendali. Dalam berdagang kita bukan hanya berurusan dengan hal material seperti barang dagangan ataupun alat tukar saja, melainkan hal sosial juga merupakan poin penting yang harus diperhatikan. Bagaimana tidak? Karena manusia adalah makhluk sosial maka, manusia tidak pernah luput dari kehidupan bersama dengan oranglain.

Jadi, dalam berdagang jangan sampai kita hanya memikirkan kepuasan dari sisi pedagang saja, melainkan juga harus memerhatikan aspek kepuasan dari sisi pembeli/pelanggan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam terkenal dengan perdagangannya yang sukses, dengan tempo waktu yang singkat  nabi mampu menjual habis barang dagangan dari kota mekkah ke luar kota seperti kota syam. Orang-orang quraisy memberikan gelar Al-Amin kepada nabi yaitu orang yang dapat dipercaya, tentunya hal ini menjadikan nilai lebih di mata para pelanggannya.

Dalam berbisnis memerlukan strategi agar bisnis tersebut berjalan sesuai dengan apa yang telah direncakan dengan baik. Nah, apa saja strategi nabi dalam berbisnis sehingga dapat menjadi pengusaha yang sukses?

Transparan, dalam berdagang nabi menjelaskan dengan hal apa saja yang terkait dengan produk. Apabila terdapat kerusakan/cacat pada barang dagangannya maka nabi akan memberi tahu kepada para pembeli. Hal ini sangat penting, karena apabila kita menutupi kerusakan barang dagangan maka dapat mengurangi kepercayaan terhadap pembeli. Karena pembeli merasa dirugikan membayar harga barang seperti harga normal, tetapi barang yang dibeli terdapat kerusakan/cacat didalamnya.

Continue, nabi shalallahu ‘alaihi wassalam menggunakan peluang terus menerus secara optimal. Pada saat hendak berdagang ke Kota Syam, nabi membawa banyak barang dagangan dari Kota Mekkah untuk diperjualbelikan di Syam. Masyarakat Syam pada saat itu tertarik dengan barang-barang buatan Mekkah, karena itu merupakan hal yang baru/asing bagi masyarakat disana. Setelah semua barang dagangan nabi laris terjual, nabi berinisiatif membeli barang dari Kota Syam untuk dibawa ke Mekkah dengan modal menggunakan hasil penjualan sebelumnya. Sehingga dengan alur seperti ini nabi selalu mendapatkan keuntungan perdagangan saat masuk dan keluar kota.

Efektif, waktu merupakan pedang yang dapat membunuh musuh atau membunuh diri sendiri semua itu tergantung pribadi masing-masing. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam menggunakan waktu dengan efektif. Apabila nabi memiliki transaksi/janji kepada oranglain maka nabi tidak pernah menunda-nunda atau mengulur waktu untuk melakukan hal tersebut. Walaupun keadaan nabi saat itu baru pulang dari perjalanan safar. Karena selain mementingkan urusan diri kita maka kita juga harus memenuhi kebutuhan oranglain. Dalam berbisnis apabila kita menggunakan waktu dengan tepat maka bisnis akan berjalan secara optimal, tanpa ada hal sia-sia.

Hal-hal yang telah disebutkan diatas merupakan salah satu strategi nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dalam berbisnis. Semoga kita semua sebagai umatnya, senantiasa menjadikan beliau sebagai panutan yang dapat dicontoh dalam berbagai aspek kehidupan.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Pola Baru Ramadhan Kita, Ditengah Pandemi Corona

Inisiatif Masyarakat Dalam Mengurangi Dampak Ekonomi Akibat Covid 19