in

STRATEGI MANAJEMEN BRANDING PRODUK SETELAH VIRUS CORONA

Diverse People Thinking Planning Marketing Brand Concept
Oleh: Muhammad Ihsan Sobari 
Mahasiswa STEI SEBI Depok
Pejuang Usaha Kecil Menengah

Pada tahun 1998 krisis ekonomi yang terjadi adalah kurs dollar mencapai 20 ribuan dan bunga bank mencapai 60% setahunnya. Dan itu membuat para pengusaha yang menggunakan hutang bank padatiarap semua. Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di Indonesia. Pada Februari 1998, Presiden Soeharto memecat Gubernur Bank Indonesia pada saat itu. Akhirnya Presiden Soeharto dipaksa mundur pada tanggal 21 Mei 1998. Mulai dari sini krisis moneter Indonesia memuncak. Dalam buku Manias, Panics and Charashes: A History of Financial Crises (2005) karya CP Aliber, krisis Asia Timur menyebar hampir sebagian negara di dunia.

            Krisis ini pertama kali dimulai pada 2 Juli 1997 ketika Thailand mendeklarasikan ketidakmampuan untuk membayar utang luar negeri nya. Tindakan berkelompok dari karakteristik Macan Asia Timur (Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan) kemudian membentuk besarnya pinjaman atas mata uang asing, investasi spekulatif pada real estate dan koreksi mata uang terhadap dollarAS. Hal tersebut kemudian menjadi overvaluation terhadap mata uang kelompok Macan Asia Timur, seiring meningkatnya tingkat harga domestik mereka. Seiring berjalannya waktu, Thailand mengalami kerugian hingga 24 milliar dollar AS dari aset cadangannya ketika mempertahankan baht (mata uang Thailand) dan membuat baht terdepresi.

 Secara otomatis, Indonesia melepaskan rupiah untuk bergerak mengambang setelah berkembangnya tekana spekulasi. Krisis tersebut juga menyebar hingga Rusia dan Brazil yang disebabkan oleh faktor priskologis karena pasar finansial. Dua negara tersebut juga memiliki utang yang besar dan overvaluasi mata uang mereka. Serta Rusia juga memiliki pemerintahan yang korup. Akibatnya, menghasilkan investasi dengan modal tinggi, dengan maraknya korupsi mengakibatkan besarnya jumlah uang yang keluar namun tidak tepat sasaran. Pasar saham jatuh pada 11 Agustus 1998, diikuti dengan mengembangnya nilai mata uang Ruble (mata uang Rusia) enam hari kemudian. Sedangkan permasalahan Brazil merupakan akibat dari deregulasi, defisit fiskal yang besar, pemberhentian sementara aliran modal masuk, dan kerugian pasar ekspor di Asia. Khususnya bahan baku kayu untuk kertas mengalami penurunan tajam. Depresiasi kedua dan mengambangnya sektor riil pada tahun 1999 mengakibatkan peningkatan harga saham dan apresiasi sektor riil.

Dan pada tahun 2020 saat ini yang terjadi adalah hampir sama dengan krisis ekonomi pada tahun 1998 yaitu krisis ekonomi plus pandemic corona. Nah para pengusaha senior (pengalaman bisnis di atas 10 tahun) biasanya sudah pengalaman dan pernah mengalami krisis ekonomi seperti yang terjadi saat ini beberapa kali. Sehingga mereka sudah punya strategi-strategi tersendiri untuk mampu bertahan. Hanya saja untuk kita yang para UKM sekitar 10 tahun an ke bawah belum memiliki pengalaman apa-apa dalam menghadapi krisis ekonomi. Apalagi sekarang banyak sedang tumbuh UKM berusia 1-2 tahunan. Dan inilah pengalaman pertama para UKM (yang dibawah 10 tahuun) dalam menghadapi krisis ekonomi global.

            Nah tapi tahu nggak, tahun 2008 pernah terjadi Krisis Ekonomi Global tapi tau nggak kalau Indonesia nggak terkena dampaknya begitu besar. Salah satu penyebabnya adalah teman-teman UKM seperti kita begini. Dan UKM ini adalah salah satu Pahlawan bangsa Indonesia. Luar biasa UKM kan. Kenapa? Karena 60% PDB (Pendapatan Domestik Bruto) Indonesia saat itu disumbang oleh UKM dan ini sektor riil banget. Ada barang, ada uang. Maksudnya adalah pembeli memberiikan uang untuk belanja suatu barang ke penjual, lalu pembeli mendapatkan barang tersebut. Nah inilah yang dinamakan sektor riil. Sedangkan di Amerika kenapaterkena dampak krisis global tahun 2008 tersebut, karena disana lebih dominan sektor non riil seperti obligasi, surat berharga, dll. Sehingga ketika harga saham global ambruk, maka dari ambruk semua ekonomi akhirnya. Berbeda dengan Indonesia yang banyak sektor riilnya.

 Maka dari itu apa yang membedakan antara tahun 1998 dan 2020? Pada tahun 1998 itu yang berubah hanya Daya Beli saja. Maksudnya adalah misalnya orang yang biasanya makan sate padangh 2x seminggu, bisa berkurang menjadi 1x atau bahkan tidak membeli sate pada dahulu. Lalu mengubah pola konsumsi, yang biasanya sate padang harga nya 30 ribu diganti dengan sate padang yang lebih murah. Dan sekarang apakah harus tetap mampu membeli misal bakso premium tersebut dimasa krisis seperti saat ini? Sebaiknya tidak usah terlebih dahulu, Kenapa? Karena jika menurunkan kualitas sehingga HPP lebih murah itu akan membuat para konsumen merasa ketidaknyamanan di produk bakso tersebut lagi.

            Hal diatas hanya gambaran kondis agar bisnis kita bisa bertahan di krisis ekonomi seperti krisis pada tahun 98, saat ini selain krisis ekonomi ditambah lagi dengan pandemi virus Corona. Double Impact. Apa yang harus kita lakukan? Sebelum itu, baiknya kita analisa terlebih dahulu dampaknya dari Pandemi Corona ini, dan dampaknya ini ada yang positif dan ada juga yang negatifnya. Untuk yang positif terdapat sektor bisnis seperti kesehatan, mie instan dan frozen food karena di sektor-sektor ini marketnya sedang naik, sehingga tidak perlu memakai brand apa-apatidak ribet positionig pasti sudah ramai. Satu lagi, ketika sedang berbisnis di kuliner untuk saat ini agar bisa tetap berpenghasilan adalah dengan membangun sinergi dengan komunitas-komunitas yang menggalang dana untuk mendonasikan kepada para tim medis.

Akan tetapi yang terkena dampak negatifnya apa saja? Misalnya travel, entertain yang diluar rumah itu tidak bisa beroperasi karena mau di apa-apain tidak bisa bergerak. Untuk bisnis yang tidak bisa bergerak sama sekali kita harus melihat terlebih dahulu apa saja kesiapannya dalam kemapuan bertahan disituasi seperti saat ini. Apakah dia tidak mempunyai dana darurat sama sekali? Kalau iya, maka sarannya adalah buat bisnis barudan itu bersifat Harus. Yang terpenting bisa dijual agar bisa dapat cash secara cepat. Dan cash flow bisa mengalir lagi.

Akan tetapi jika kondisi bisnis nya masih memiliki dan darurat untuk mampu bertahan 1 tahun kedepan. Maka sebaiknya yang dilakukan adalah banyak-banyak membenahi bisnis, memperbaiki SOP, membangun komunikasi yang relevan kepada seluruh customer kita dengan situasi saat ini. Tetap membikin iklan, kenapa seperti itu? Kenapa ngiklan terus sih, kan tidak bisa produksi dan jualan banya karena SDM terbatas. Baiklah kita akan bahas sedikit tentang otak manusia. Otak manusia itu memiliki kebiasaan mengejar kesenangan dan menghindari kesengsaraan. Coba kalian cek sekarang di internet, kata kunci pencarian online untuk makanan yang higienis itu naik 20%. Lalu jawab PAIN pelanggan. Masyarakat saat ini khawatir sekali terhadap kebersihan. Ketika bisnis kuliner, coba ceritakan ke media bahwa produksi makanannya benar-benar bersih dan memakai masker lengkap dengan sarung tangan. Agar pelanggan tidak khawatir jika ada pelayan yang memproduksi makanan itu ada yang bersin sehingga dropletnya bisa saja masuk ke makanan tersebut. Nah maka dari itu coba selalu komunikasikan hal ini terus menerus ke media tentang kualitas menjaga higienitas makanan.

Untuk bisnis-bisnis lainnya sebaiknya bagamana agar market share kita tidak turun. Ini lebih khusus untukk bisnis yang tidak bisa beroperasi tapi masih memiliki dana darurat cadangan sebaiknya kita menurunkan budget iklan kita. Baik itu iklan berbayar maupun organik. Terus saja bercerita tentang bisnis kita. Karena jika sampai stop dengan alasan sekarang sedang tidak beroperasi jualann, maka customer kita akan pindah ke brand lain. Kenapa? Karena ketika otak manusia sedang kosong terhadap info brand lainnya. Begitu ada brand lain yang ada di pikiran konsumen, yausudalah, brand lain itulah yang akan menjadi paling atas diingat oleh konsumen, sehingga konsumen kita pun akan pindah ke brand lain tersebutsetelah pandemic corona ini berakhir. Jadi corona ini insyaAllah akan ada akhirnya, situasi akan normal kembali, ekonomi akan pulih kembali. Untuk itu kita tetap harus membangun komunikasi dengan para konsumen kita. Ketika ekoonomi sudah seperti semula itu tiba, dengan demikian brand kita akan tetap berada dibenak pikiran konsumen. Tips yang harus dilakukan saat menghadapi new normal diantaranya

1. Selalu menggunakan masker setiap akan keluar rumah

Menggunakan masker dapat membantu mencegah penyebaran virus,  sebab penelitian penelitian menyimpulkan bahwa masker sangat efektif dalam mencegah penyebaran infeksi virus apabila digunakan dengan benar.

2. Kantongi hand sanitizer setiap bepergian

Kuman ada dimana-mana, bisa menyebar kapan saja. Cara penyebaran pun bisa bermacam-macam salah satu caranya adalah melalui kontak tangan. Saat kita sedang bepergian dan kesulitan mencari tempat cuci tangan kita dapat menggunakan Hand sanitizer untuk kebersihan tangan kita dari kuman dan kotoran Oleh karena itu selalu membawa hand sanitizer ke mana pun akan pergi

3. Melakukan physical distancing

Saat ini istilah pembatasan sosial ( social distancing ) diubah menjadi menjaga jarak fisik ( physical distancing ). Alasan penggunaan istilah ini adalah untuk mengklarifikasi bahwa ada intruksi untuk berdiam diri di rumah demi memutus rantai penyebaran virus Corona titik Hal ini bukan berarti memutuskan kontak dengan teman atau keluarga, akan tetapi komunikasi ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan telepon, video call atau chat.

Physical distancing ini sangat penting untuk memerangi covid 19, khususnya selama belum ada vaksin yang berhasil ditemukan.

4. Membawa peralatan pribadi

Jika kamu pegawai kantoran yang sudah mulai beraktifitas untuk bekerja, di luar sana alangkah lebih baiknya membawa kebutuhan pribadi dari rumah seperti alat makan, alat salat, dan peralatan kebutuhan lainnya. Hal ini perlu diperhatikan untuk mengurangi resiko terpaparnya virus

5. Jalani pola hidup sehat

Hal ini penting sekali dilakukan supaya fisik kita semakin sehat. Menjalani pola hidup sehat ini diantaranya dengan menjaga pola tidur, konsumsi makanan bergizi, rajin olahraga juga hindari stres. Dan jangan pernah melakukan aktivitas yang membuat tubuh menjadi lelah karena dengan begitu tubuh menjadi lebih mudah terpapar penyakit. Bila perlu bisa mengkonsumsi suplemen atau vitaminSemoga bermanfaat dari artikel yang saya tulis ini dan usaha teman-teman eksis sebagaimana mestinya.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Strategi Marketing UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Tips Berbisnis di Masa Pandemi