in

Strategi Marketing UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Beberapa bulan ini Indonesia bahkan dunia sedang dilanda bencana besar, menyebabkan banyak korban dan dampak yang sangat besar terhadap seluruh tatanan yang ada di dunia ini. Pandemi covid-19 ini merupakan menjadi mimpi buruk untuk semua manusia, sebab pandemi yang terjadi secara tiba-tiba yang dimulai melalui negara China tersebut, memberikan dampak yang sangat hebat, termasuk negara superpower yaitu Amerika Serikat pun menjadi salah satu negara yang terdampak sangat besar dalam pandemi tersebut.

Virus Covid-19 ini telah hadir di Indonesia pada bulan Februari yang dimana kasus pertama terjadi di daerah Depok, hal itu membuat kepaikan dimasyarakat sehingga virus covid-19 ini menyebar luas sangat cepat dan dunia melalui WHO telah menetapkan bahwa virus Covid-19 ini merupakan bencana pandemi yang harus diwaspadai oleh setiap negara, termasuk Indonesia.

Hingga saat ini Indonesia merupakan menjadi negara terbesar di Asia Tenggara dalam hal tingginya kasus positif virus Covid-19 ini, sehingga pemerintah menerapkan berbagai macam kebijakan untuk mencegah penyebaran virus Coid-19 ini. Pada awal terjadinya kasus positif di Indonesia ini, pemerintah menerapkan kebijakan yaitu pembatasan sosial, yang dimana setiap masyarakat dalam hal kegiatan sosialnya dibatasi, hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Coid-19 ini.

Saat ini kasus positif di Indonesia telah mencapai angka 70.000 kasus, sehingga pemerintah menereapkan kebijakan yaitu pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dari awal terjadinya pandemi Covid-19 ini, yang terdampak bukan hanya dalam hal kesehatan saja, melainkan ekonomi, sosial, dan budaya-pun terkena dampak dari pandemi Covid-19 ini.

Banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang mengalami kebangkrutan ditengah pandemi Covid-19 ini, salah satu perusahaan besar yang bangkrut ialah ZARA. Kebanyakan dari perusahaan yang mengalami kebangkrutan yaitu perusahaan-perusahan fashion dan retail. Hal itu dikarenakan selama PSBB berlangsung, yang boleh beroperasi yaitu hanya perusahaan-perusahaan makanan, bahan pokok, dan hal yang berkaitan dengan kesehatan.

Namun, tidak sedikit juga UMKM yang terkena dampak dari pandemi covid-19 ini, bahkan sebagian besar UMKM bisa dinyatakan gulung tikar ketika terjadinya pandemi Covid-19 ini. hal itu dikarenakan pemerintah melarang adanya kegiatan berkumpul menjadikan banyak UMKM yang dipaksa tutup pada sector offline store, hal itu membuat pendapatan UMKM menurun.

Akhir-akhir ini pemerintah telah menetapkan kebijakan baru yaitu New Normal, hal itu bertujuan untuk memulihkan perekonomian negara yang menurun selama pandemi ini. namun walau tidak menjadi hal yang instan, hal ini menjadi tantanga untuk semua pelaku usaha ketika menjalankan bisnisya ditengah era new normal ini. sebab, pemerintah bisa saja menghentikan kebijakan new normal ini, ketika di Indonesia banyak terdapat kasus positifnya.

UMKM saat ini memiliki tantangan yang ebrat dalam menghadapi masa ini, sebab harus bangun dari kebangkrutan yang dialami selama pandemi covid-19 ini, oleh karena itu setiap pelaku usaha termasuk UMKM harus memiliki strategi agar omset dan penjualan dia  meningkat di masa New Normal ini.

Strategi pemasaran merupakan hal yang penting bagi setiap pelaku usaha untuk memasarkan produknya di pasaran, agar para calon pembeli mengetahui produk yang kita jual. Hal itu bisa terjadinya proses penjualan dari calon konsumen menjadi konsumen usaha kita.

Selama pandemi, seluruh pelaku usaha offline telah mengalami kebangkrutan, sehingga banyaknya usaha-usaha yang gulung tikar dan tutup took selamanya diakarena tidak adanya cashflow dan beban tetap ada, sehingga hal itu pelaku usaha tidak bisa mempertahankan usahanya di tengah pandemi ini.

Namun, ada beberapa sector yang bisa bertahan, salah satunya adalah sector bahan pokok dan kesehatan. Hal ini dikarenakan pemerintah membolehkan usaha tersebut beroperasi, namun tidak secara offline, melainkan online.

Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh pelaku usaha termasuk UMKM k=di masa new Normal ini, yaitu:

  1. Pemasaran Online lebih digencarkan lagi, sehingga hal itu memudahkan calon konsumen menerima informasi tentang produk kita, dan ketika terjadi penjualan, hal itu juga membuat kenyamanan bagi buyer dalam membeli dikarenakan tidak kontak langsung pada penjual.
  2. Terapkan protocol kesehatan yang baik sesuai anjuran pemerintah di offline store, sebab hal itu akan menambah keyakinan para buyer dalam memilih produk kita.
  3. Memilih produk yang sedang laku dipasaran, terutama produk yang berkaitan dengan kebutuhan primer setiap orang, sebab dikarenakan pendapatan masyarakat yang menurun, sehingga masyarakat lebih mementingkan untuk memenuhi kebutuhan primernya disbanding sekunder dan tersier.
  4. Adakan promosi besar-besaran agar buyer tertarik dan memilih produk kita.

Strategi tersebut merupakan strategi yang telah terjadi di masyarakat, strategi tersebut berasal dari permasalahan-permasalahn yang terjadi selama pada masa pandemi covid-19 ini yang berkaitan dengan bisnis. Hal itu dirangkum dan jadilah strategi tersebut.

Sebab, untuk memulihkan cashflow usaha kita, diera new normal ini merupakan sebuah kesempatan bagi pelaku usaha termasuk UMKM untuk bangkit kembali dengan menerapkan strategi-strategi yang sudah dijelaskan tersebut.

Pada kondisi seperti ini semuanya terkena dampak, bahkan pemerintah pun terkena dampak besar juga sehingga perekonomia nasional pun turun hingga minus 3% pada saat ini, oleh karena itu semua harus saling bekerja sama dan berkontribusi langsung dalam membangun perekonomian nasional ini.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Comments

0 comments

Pemanfaatan Situasi oleh UMKM

STRATEGI MANAJEMEN BRANDING PRODUK SETELAH VIRUS CORONA